sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id wd
Selasa, 04 Mei 2021 08:45 WIB

Ilmuwan Jepang berhasil kembangkan baterai dengan kapasitas lebih stabil

Dipimpin oleh Profesor Noriyoshi Matsumi, para imuwan di JAIST telah menemukan bahan pengikat yang terbukti mengungguli teknologi saat ini.

Ilmuwan Jepang berhasil kembangkan baterai dengan kapasitas lebih stabil
Tyler Lastovich via Pexels

Para peneliti terus mencoba untuk menghasilkan baterai yang tahan lama untuk ponsel. Saat ini telah ada peningkatan yang luar biasa. Meski demikian, masalah tetap ada, karena sebagian besar baterai ponsel akan kehilangan kapasitasnya dalam beberapa tahun penggunaan. Sebagian besar baterai ponsel menghabiskan hingga seperlima dari kapasitasnya dalam tahun pertama penggunaan.

Tampaknya semua itu akan berubah karena para peneliti di Japan Advanced Institute of Science and Technology (JAIST) telah menemukan bahan revolusioner yang membantu baterai mempertahankan kapasitas aslinya (hingga 95%) selama minimal 5 tahun. Ini dapat memperpanjang masa pakai baterai di dalam perangkat seperti ponsel, laptop, atau bahkan kendaraan listrik.

Dilansir dari Gizmochina (4/5), implikasi dari penemuan ilmuwan Jepang ini cukup luas. Susunan internal baterai saat ini membuatnya semakin berkurang setiap setelah pengisian daya. Dilaporkan bahwa setelah 500 pengisian ulang, hingga 40% kapasitas baterai mungkin telah hilang karena performa yang buruk dari bahan pengikat di dalam baterai.

Dipimpin oleh Profesor Noriyoshi Matsumi, para imuwan di JAIST telah menemukan bahan pengikat yang terbukti mengungguli teknologi saat ini. Terminal negatif baterai yang digunakan saat ini memiliki bahan pengikat yang disebut Polyvinylidene Fluoride (PVDF) yang tidak memiliki kinerja luar biasa. Setelah hanya 500 kali isi ulang, baterai biasa yang menggunakan PVDF kehilangan hingga 35% dari kapasitas aslinya. Hal ini mengakibatkan masa pakai baterai yang menurun pada ponsel setelah satu atau dua tahun.

Bahan pengikat yang baru bernama Bis-imino-acenaphthenequinone-Paraphenylene (BP), memungkinkan untuk mempertahankan 95% kapasitas baterai bahkan setelah lebih dari 1.700 siklus pengisian. Dengan demikian, baterai tetap efisien hingga lima tahun tanpa mengurangi kapasitas asli secara signifikan.

Matsumi mengatakan teknologi baru ini akan membantu dalam pengembangan produk yang lebih tahan lama. Ini juga berpotensi mendorong konsumen untuk membeli aset berbasis baterai yang lebih mahal seperti kendaraan listrik.

Share
×
tekid
back to top