sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id benq
Senin, 03 Agst 2020 11:17 WIB

Ilmuwan berhasil rekam pantulan cahaya

Berkat banyaknya piksel dan kecepatan shutter, kita dapat melihat rambatan cahaya dalam beberapa pemotretan tanpa menggerakkan kamera.

Ilmuwan berhasil rekam pantulan cahaya
Source: PetaPixel

Para peneliti di Swiss Federal Institute of Technology, Lausanne menggunakan kamera khusus untuk digunakan dalam eskperimen baru yang menarik. Penelitian ini mampu menangkap video gerakan super lambat dari berkas cahaya yang memantul melalui serangkaian cermin.

Sudah ada beberapa pencapaian kamera berkecepatan tinggi, termasuk terobosan beberapa waktu lalu yang memungkinkan para ilmuwan untuk merekam video 70 triliun fps. Namun bahkan dengan kecepatan ini, kita belum melihat rekaman berkas cahaya yang benar-benar bergerak di udara, dan inilah yang berhasil dilakukan oleh Edoardo Charbon dan rekan-rekannya baru-baru ini.

Penelitian ini terdapat dalam makalah berjudul “Superluminal Motion-Assisted 4-Dimensional Light-in- Flight Imaging.” Dilansir dari PetaPixel (3/8), meskipun cahaya biasanya tidak terlihat dalam perjalanannya, para peneliti dapat menangkap foton yang berhamburan dari partikel di udara ketika sinar laser bergerak melewatinya, menggunakan machine learning untuk memprediksi dan menangkap jalur cahaya.

Charbon menjelaskan bagaimana kamera menggunakan kecepatan shutter elektronik hanya 3,8 nanodetik untuk menangkap cahaya saat merambat. “Karena sinar laser yang datang berikutnya, membuka shutter dengan penundaan yang meningkat, sehingga dapat mengikuti perambatan di sepanjang jalurnya,” kata Charbon.

“Berkat banyaknya piksel dan kecepatan shutter, kita dapat melihat rambatan cahaya dalam beberapa pemotretan tanpa menggerakkan kamera. Semuanya dilakukan oleh MegaX.” Hasilnya adalah “pencitraan dalam perambatan cahaya 4 dimensi pertama,” kata Charbon lagi.

Share
×
img
×
tekid
back to top