Eropa bakal gunakan AI pendeteksi kebohongan di bagian imigrasi

Sang AI yang bernama iBroderCtrl tersebut akan mengajukan pertanyaan umum dan akan mendeteksi raut ekspresi calon pelancong.

Eropa bakal gunakan AI pendeteksi kebohongan di bagian imigrasi Ilustrasi Artificial Intelligence (Pixabay)

Menjadi petugas imigrasi terkadang bukan hal yang mudah. Mereka memiliki tugas untuk menanyakan para calon penumpang mengenai beberapa detail tentang perjalanan mereka. Uniknya, tak jarang para calon pelancong berbohong mengenai perjalanan mereka.

Untuk mengurangi beban kerja petugas imigrasi, beberapa negara di Eropa seperti Hungaria, Latvia, dan Yunani akan menggunakan bantuan teknologi. Salah satunya adalah menggunakan Artificial Intelligence (AI) untuk menangani beberapa tugas petugas imigrasi.

Memiliki nama iBroderCtrl, AI di balik teknologi ini adalah sebuah AI yang memiliki kemampuan pendeteksi kebohongan. AI ini akan mengajukan pertanyaan kepada para calon pelancong beberapa pertanyaan umum.

Ubergizmo (1/11) menyebutkan pertanyaan-pertanyaan tersebut mencakup barang apa yang ada di dalam koper dan pertanyaan-pertanyaan umum lainnya. Kemudian, AI ini akan melakukan analisa terhadap jawaban sang pelancong.

Cara mengukur kebenaran dari jawaban mereka adalah dengan mempelajari ekspresi di wajah mereka, berdasarkan pada ekspresi mikro. AI juga akan menyesuaikan pertanyaan dan skor mereka berdasarkan jenis kelamin, etnis, dan bahasa lisan si pelancong.

Ketika sang pelancong lulus tes, mereka akan mendapatkan kode QR yang menunjukkan bahwa mereka lolos. Kemudian, para pelancong dapat melanjutkan perjalanan mereka di wilayah tersebut.

Beberapa orang pun merasa skeptis dengan kehadiran teknologi tersebut. Tapi kenyataannya teknologi ini memiliki tingkat keamanan yang lebih tinggi dan saat ini teknologi pengenalan wajah sudah mulai banyak diadopsi di beberapa negara sebagai salah satu sistem keamanan.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: