Interview Mark Trundle

Kiprah Nokia di Indonesia, kembalinya si anak hilang

Kalau Nokia serius menggarap pasar ponsel pintar, bisa jadi pelanggan lama dan baru kembali kepadanya suatu saat nanti.

Kiprah Nokia di Indonesia, kembalinya si anak hilang

Merebut hati millenials

“Saya bukan (generasi) millennials tapi saya mempelajarinya,” kata Mark.

Menurut Mark, generasi yang sangat intens dengan teknologi dan media sosial ini merupakan pengguna sekaligus pencipta konten. Di mata Mark, konsumen millennials sudah tidak mau lagi membuat selfie yang statik. Mereka ingin menciptakan konten baru.

“Lihat saja Instagram, Key Opinion Leader (KOL) di Instagram mulai menciptakan foto dan video yang berbeda. Jadi, mereka membutuhkan bukan hanya perangkat yang bisa berjalan dengan baik dan bisa mengunduh aplikasi dan gim semata. Itu normal. Oleh karena itu, kami memiliki ponsel pintar berfitur kamera yang mampu aktif dua-duanya (depan dan belakang),” ujar Mark.

Menurut dia, ada beberapa faktor yang mempengaruhi keputusan millenials membeli produk, yakni harga, brand, dan sistem operasi. Oleh karena itu, Nokia membuat ponsel pintar mereka terjangkau oleh semua kalangan.

“Kami tidak membatasi diri kami di satu segmen semata. Kami mendengar umpan balik konsumen kami. Mereka butuh baterai besar, kami baru saja meluncurkan Nokia 2. Mereka butuh layar lebar suara yang besar, kami punya Nokia 6. Kemudian Nokia 8 kami hadirkan untuk memberikan pengalaman fotografi dan audio kelas atas.”

Secara fundamental, pasar Indonesia berevolusi. Di mata Nokia, konsumen Indonesia kini memiliki beragam pilihan perangkat serta harga. Harga sangat vital. Oleh karena itu, Nokia menyediakan produk dari harga kurang dari Rp300 ribu (feature phone), sampai di harga tertinggi Rp6,5 juta (Nokia 8).

“Kami sadar kami pemain baru di ekosistem smartphone di Indonesia. Perjalanan kami masih panjang. Dengan semua umpan balik yang diberikan pengguna, kami menciptakan perangkat dengan harga yang sangat menarik dikombinasikan dengan fitur-fitur terbaik, kami pikir itulah cara agar pengguna kembali jatuh cinta pada brand Nokia. Itulah fokus kami di 2018 ini,” ujar Mark.

Dari perkembangan dan komitmennya, Nokia terlihat serius dan konsisten menggarap pasar ponsel pintar global dan di Indonesia. Hati-hati CLBK.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: