Andryanto C. Wijaya, pimpin BenQ Indonesia hingga jadi nomor 1

BenQ memiliki tiga pilar utama dalam produknya: proyektor, monitor dan professional display. Khusus proyektor, mereka menerapkan teknologi DLP dan menjadi nomor satu di dunia.

Andryanto C. Wijaya, pimpin BenQ Indonesia hingga jadi nomor 1

BenQ adalah perusahaan asal Taiwan yang menawarkan aneka macam produk. Beberapa di antaranya adalah proyektor. Dalam hal teknologi, pabrikan tersebut mengandalkan sistem Digital Light Processing (DLP) untuk seluruh jajaran proyektornya. Keunggulan teknologi DLP dibandingkan teknologi proyektor lain adalah menawarkan kontras tinggi dan akurasi warna yang presisi.

Kebetulan baru-baru ini saya memiliki kesempatan untuk berbincang-bincang dengan Andryanto C. Wijaya selaku Managing Director PT BenQ Teknologi Indonesia. Pria yang akrab disapa Andry ini mengatakan BenQ bukan hanya memiliki kekuatan hanya di proyektor, tetapi juga di monitor dan Interaktif Flat Panel (IFP). Dengan demikian, BenQ memiliki 3 produk utama untuk menawarkan solusi dalam berbagai segmen.

“Tiga tahun terakhir ini BenQ hanya fokus di tiga pilar. Pertama adalah proyektor, kedua adalah monitor, dan kemudian yang sekarang trending-nya lagi bagus itu adalah professional display. Salah satu produknya adalah IFP atau Interactive Flat Panel,” ucap Andry.

Mengingat perangkat IFP kebanyakan dapat diakses menggunakan tangan (touch screen) maka professional display buatan BenQ dilengkapi dengan fitur lapisan Anti-Germ atau anti kuman demi kesehatan penggunanya. Andry juga menyatakan bahwa monitor BenQ memiliki penjualan yang sangat kuat.

Dari ketiga pilar tersebut, BenQ lebih berfokus pada perangkat display. “Jadi related ke arah dokumen. (Akses) dokumen itu ada dua cara yaitu dengan cara dicetak dan satu lagi ditampilkan, baik lewat proyektor, monitor atau IFP,” lanjut Andry.

BenQ bukanlah satu-satunya pabrikan yang menganut teknologi DLP pada proyektornya, tetapi mereka berhasil menjadi nomor satu di dunia karena proyektornya bermain di segala segmen, bukan cuma proyektor mainstream.

“Kami tidak hanya main di segmen proyektor mainstream. Kalau kita main di mainstream, persaingan kami hanya bermain di harga.” kata Andry.

“Kenapa kami bisa bertahan, karena kita memiliki istilah POD atau Point of Differentiation. Maksudnya adalah kami membuat suatu produk yang masuknya ke dalam segmen khusus."

Dalam hal penjualan di kawasan Asia-Pasifik, Indonesia cukup memberikan pangsa pasar yang cukup besar dalam produk proyektor dan IFP. Australia merupakan pasar yang besar dalam produk IFP, tetapi sangat lemah untuk bisnis proyektor.

“Indonesia sangat kuat di penjualan proyektor, dan sekarang tumbuh di IFP. Negara yang paling kuat untuk bisnis IFP BenQ pada tahun 2018-2019 adalah Indonesia dengan pangsa pasar sekitar 60 persen, kedua adalah Timur Tengah dan ketiga adalah India,” jelas Andry sambil tersenyum.

Andry menjelaskan mengapa Indonesia kuat dalam penjualan proyektor BenQ karena salah satu negara yang memiliki jumlah penduduk terbanyak. Negara ini memiliki sekolah-sekolah yang mulai beralih menggunakan proyektor untuk keperluan belajar-mengajar.

“Kalau tidak salah dari tahun 2010 pemerintah melakukan shift (pergeseran) teknologi dari whiteboard ke proyektor,” kata Andry.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: