Xiaomi tak akan rilis smartphone Rp10 jutaan

Xiaomi akan memperkuat komitmen guna menjaga produknya tetap berada di rentang harga yang terjangkau

Xiaomi tak akan rilis smartphone Rp10 jutaan (Foto: Pocket lint)

Bukan lagi rahasia jika smartphone buatan Xiaomi dibanderol dengan harga yang terjangkau meski spesifikasinya tak kalah memukau. Bahkan smartphone flagship-nya pun tak pernah menyentuh harga belasan juta. Terbaru, perusahaan asal China itu menggebrak pasar Indonesia dengan meluncurkan Pocophone F1 yang dihargai mulai Rp4,5 juta.

Pocophone merupakan smartphone yang dirilis sebagai sub-brand Xiaomi. Tak tanggung-tanggung smartphone itu ditenagai dengan chipset premium Snapdragon 845. Namun banyak kalangan yang terpana mendengar harga yang diumumkan perusahaan untuk smartphone premiumnya itu.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Redmi Note 8 Pro diyakini ubah persepsi soal MediaTek

Xiaomi siapkan wireless charging 30W untuk Mi 9 Pro 5G

Xiaomi siapkan pengisian baterai nirkabel yang makin ngebut


Hal tersebut memang tak mudah didapati dari vendor lain. Sebut saja Apple atau Samsung yang mematok harga belasan bahkan puluhan juta untuk smartphone flagship-nya. Lantas akankah Xiaomi mengukuti jejak vendor besar tersebut di masa mendatang?

Dalam sebuah wawancara, Managing Director Xiaomi India Manu Kumar Jain mengatakan bahwa perusahaannya memperkuat komitmen guna menjaga produknya tetap berada di rentang harga yang terjangkau. Ketika ditanya apakah perusahaannya akan meluncurkan perangkat seharga USD699 (Rp10,4 juta), Jain mengatakan bahwa hal itu sangat tidak mungkin. 

Dia beralasan saat ini tidak mungkin mewujudkan hal itu karena tidak ada teknologi smartphone yang layak dan memaksa perusahaan untuk menjual perangkat di harga tersebut. Xiaomi juga telah memastikan batasan margin laba hingga 5 persen sehingga perusahaan tak akan menaikkan harga perangkatnya menjadi Rp10 jutaan hanya untuk mendapatkan keuntungan lebih.

Tak dipungkiri memang, harga murah telah membantu Xiaomi tumbuh di berbagai negara berkembang seperti di India dan Indonesia. Kendati perusahaan membatasi margin labanya, tak menutup kemungkinan Xiaomi untuk menaikkan harga smartphone-nya di masa mendatang, jika harga komponen dan teknologi merangkak.

Dilansir Wccftech, Xiaomi memiliki model bisnis yang tak biasa yang disebut triathlon. Perusahaan menggunalan model bisnis ini dengan bergantung pada loyalitas pelanggan dan layanan internet jangka panjang. Bukan menetapkan harga yang mahal untuk memperoleh keuntungan.

Dengan fokus pada fitur-fitur penting seperti prosesor cepat dan baterai besar, Xiaomi mampu menjaga harga produknya tetap terjangkau sembari memangkas konstruksi ponsel. Oleh karenanya, pengguna bisa terus mengharapkan smartphone terjangkau dari vendor itu.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: