Wanita Indonesia tidak seharusnya buta sains

Dalam sebuah acara yang digelar Microsoft Indonesia, perempuan Indonesia diharapkan juga terlibat di dunia STEM

Wanita Indonesia tidak seharusnya buta sains

Menyongsong hari kartini pada tanggal 21 April mendatang, hari ini (18/4) Microsoft Indonesia menggelar diskusi bersama tiga tokoh wanita yang ahli dalam bidang Sains, Teknologi, Teknik (Engineering) dan Matematika atau STEM. Tiga wanita tersebut adalah Nina Wirahadikusuma (Enterprise Commercial Director Microsoft Indonesia), Hanifa Ambadar (Founder & CEO Female Daily Network), dan Alamanda Shantika (pendiri sekolah gratis Binar Academy).

Pada acara tersebut Microsoft Indonesia berbagi pengetahuan dan wawasan mengenai dunia perkerjaan. Selain itu, ada juga acara Sharing Session yang memberikan tips untuk para wanita muda Indonesia agar mereka lebih percaya diri dan terus belajar untuk berkembang di industri STEM.


BACA JUGA

Google, Microsoft, Intel buat konsorsium untuk lindungi data pengguna

Kami sudah mencoba Microsoft Chromium Edge

Bos Xbox : Layanan streaming baru akan booming beberapa tahun ke depan


“Microsoft percaya bahwa ada tiga area kunci untuk mendorong wanita muda untuk masuk ke dalam karir yang berhubungan dengan STEM,” kata Enterprise Commercial Director Microsoft Indonesia, Nina Wirahadikusumah. “Tiga area kunci itu adalah meningkatkan eksposur dengan tokoh panutan di bidang STEM, menciptakan peluang dengan pengalaman langsung yang menunjukkan bagaimana STEM dapat membentuk masa depan dan membantu seseorang membayangkan masa depan bersama STEM.”

Di sisi lain, Hanifa menyatakan bahwa STEM tidak selalu identik dengan pria. Beragam sekolah saat ini mengubah persepsi anak perempuan terhadap bidang STEM dengan cara memberikan eksposur terhadap role model bagi siswa wanita melalui kerjasama dengan beragam tokoh wanita setempat yang menekuni bidang STEM untuk berbagi ceritanya.

Selain itu, Alamanda Shantika berpendapat bahwa sekolah-sekolah juga dapat mengimplementasikan pengalaman langsung untuk siswi di usia muda dengan menggunakan perangkat yang akrab dengan siswi, seperti tablet dan PC. Karena teknologi itu sendiri dapat membantu siswi dalam mempelajari bidang studi STEM dengan cara yang lebih mudah dicerna.

Sejak tahun 2015, Microsoft telah mengajak wanita muda Indonesia untuk terjun dalam industri STEM melalui program #MakeWhatsNext. Di Indonesia, Microsoft berkolaborasi dengan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) mengadakan sesi Hour of Code (HoC) yang diselenggarakan untuk memperkenalkan keterampilan coding dan ilmu komputer serta mengubah persepsi bahwa coding merupakan sebuah hal yang rumit melalui gim Minecraft.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: