Produk Google di masa depan akan gunakan bahan daur ulang

Google berjanji akan menggunakan bahan daur ulang untuk semua produknya pada tahun 2020. Perusahaan ini juga menyediakan wadah bagi konsumen untuk ikut serta dalam program tersebut.

Produk Google di masa depan akan gunakan bahan daur ulang Source: Reuters

Google berjanji akan menggunakan bahan daur ulang untuk semua produk buatannya pada tahun 2022. Hal ini berarti perangkat buatan Google seperti Pixel, Pixelbooks, Google Home, Nest dan aksesori lain dari Google akan mengandung bahan daur ulang di dalamnya. 

Dilansir dari TheVerge (6/8), dalam sebuah wawancara, Google mengatakan sudah mulai menggunakan bahan daur ulang itu untuk perangkat Chromecast dan bahan daur ulang dari botol plastik untuk membangun rangka Google Homes dan sejumlah casing. Langkah ini mengikuti apa yang sudah dilakukan Apple. Apple akan mendaur ulang material dari produknya. Namun saat ini langkah Apple baru sampai pada pembuatan robot untuk membongkar bagian perangkat keras dari produk lawasnya. 


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Google investasi Rp28 triliun untuk energi terbarukan

Google Assistant kini bisa bahasa Jerman hingga Korea

Mode incognito Google Maps jalani masa uji coba


Selain menggunakan bahan daur ulang, Google juga mengatakan akan membuat semua pengiriman bebas dari karbon pada 2020. Kepala ketahanan hardware Google, Anne Meegan mengatakan bahwa timnya telah berhasil mengurangi emisi sebanyak 40 persen. Hal ini tercapai dengan memindahkan jalur pengiriman udara menggunakan kargo.

Karena hal itu, tim Google perlu mempertimbangkan proses pengembangan dan produksi dengan lebih baik lagi. Pasalnya, pengiriman kargo memakan waktu lebih lama ketimbang menggunakan pengiriman udara. 

Google pun menyediakan wadah untuk siapa saja yang mau bergabung dalam program ini. Dalam program daur ulang ini, Google akan meminta para peserta untuk mengisi formulir untuk pengambilan perangkat lawasnya. Kemudian, Google akan menghancurkan perangkat tersebut dan membangunnya menjadi perangkat baru. Namun perlu diketahui, program ini baru tersedia di kawasan Amerika Serikat saja. 

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: