Penjualan Battlefield V tak sesuai harapan EA

EA menyatakan bahwa penjualan Battlefield V tidak terlalu tinggi, bahkan jauh di bawah ekspektasi mereka.

Penjualan Battlefield V tak sesuai harapan EA Battlefield V (EA)

Musim liburan biasanya menjadi waktu yang paling membahagiakan bagi para pelaku industri gim. Pasalnya pada musim liburan, terlebih libur natal, penjualan gim meningkat dari hari biasanya.

Sayang, EA tidak ikut berbahagia di musim liburan tersebut. Salah satu gim terbaru mereka, yakni Battlefield V selama musim liburan kemarin kurang laris.


BACA JUGA

CD Projekt Red pastikan Cyberpunk 2077 akan dukung Ray Tracing

Square Enix tertarik layanan streaming gim

Google ajak gamer bikin gim di dalam sebuah gim


Dalam sebuah pernyataan resmi, perwakilan EA menyebut, “Penjualan Battlefield V pada kuartal terakhir 2018 tidak memenuhi harapan kami,"

Sayangnya, pengembang gim asal Amerika tersebut tidak menyebut secara spesifik harapan mereka soal penjualan gim tersebut. Di sisi lain, Engadget (6/2) melaporkan, penjualan judul gim olahraga mereka tidak terpengaruh. Begitu juga dengan gim mobile mereka, yakni Command & Conquer Rivals berhasil menorehkan hasil yang baik.

Beberapa orang menyebut, tidak terlalu sulit untuk melihat mengapa BFV mengalami hal tersebut. Salah satunya karena EA menunda rilis gim tersebut hingga 20 November. Mereka juga tidak memasukkan mode battle royale, yang notabene saat ini sedang populer.

Tentu saja, pilihan ini membuat EA harus merasakan konsekuensinya. Sedangkan para pesaing mereka, seperti Dead Redemption 2 kini sudah memiliki mode battle royale, yang membuat gim tersebut semakin diincar.

Sekadar informasi, untuk menjalankan gim Battlefield V, pengguna harus memiliki komputer berspesifikasi yang sangat mumpuni untuk memainkannya. Para gamer juga harus menggunakan kartu grafis RTX milik NVIDIA untuk merasakan sensasi bermain dengan teknologi ray tracing.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: