Peneliti gunakan Microsoft Kinect untuk jinakan nuklir

Dalam pengujian, hanya perlu empat klik mouse dari operator untuk mengarahkan robot ke suatu objek dan memilih tindakan selanjutnya.

Peneliti gunakan Microsoft Kinect untuk jinakan nuklir

Karena sangat berbahaya, limbah nuklir tidak boleh ditangani langsung oleh seseorang. Dengan demikian penanganannya harus menggunakan robot untuk menonaktifkan nuklir dan memproses bahan radioaktif. Tetapi sayangnya sulit untuk mengendalikan setiap gerakan robot ketika melakukan tugas-tugas rumit seperti membersihkan reaktor nuklir.

Dilansir dari ExtremeTech (17/06), tim dari Lancaster University mengembangkan robot semi otomatis yang menjadikan proses tersebut lebih cepat dan mudah.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Mobil otonom Toyota hadir untuk antar para atlet Olimpiade 2020

Robot vakum Samsung bisa deteksi material lantai secara otomatis

Toyota gunakan VR untuk melatih robot asisten rumah tangga


Sangat tidak mungkin robot yang otomatis sepenuhnya dapat diandalkan dengan tugas-tugas untuk menonaktifkan nuklir dalam waktu dekat. Bagaimanapun, AI masih jauh dari sempurna dan taruhannya sangat tinggi karena berhubungan dengan nuklir.

Robot Lancaster membagi perbedaan dengan menambahkan beberapa kecerdasan otonom ke dalam proses tetapi tetap mengandalkan operator manusia di kursi pengemudi. Tim menciptakan software pencitraan yang memungkinkan robot melihat dunia di sekitarnya dan mengidentifikasi objek seperti pipa, pegangan dan bahan lain yang umum ditemui dalam situs penjinakkan. Sistem ini melakukannya dengan bantuan kamera Microsoft Kinect agar dapat mendeteksi kedalaman ruang.

Memiliki penjepit, robot ini dikendalikan oleh menusia menggunakan joystick. Dalam pengujian, hanya perlu empat klik mouse agar operator dapat mengarahkan robot ke suatu objek dan memilih tindakan selanjutnya. Tim mengatakan robot semi-otonom mereka jauh mengungguli pengoperasian manual.

Teknologi ini dapat membuat penjinakkan nuklir bekerja lebih cepat dan mempercepat pelatihan operator baru. Namun, pengujian jauh dari kata otentik. Ini dilakukan di labolatorium tanpa bahan radiasi radioaktif. Robot berhasil menyelesaikan tugas-tugas seperti memotong pipa plastik, yang mirip dengan pekerjaan di lapangan. Para peneliti berniat untuk terus meningkatkan desain dan pengoperasian. Versi mendatang mungkin dapat selamat dari paparan radiasi dan menyampaikan data seperti suhu dan audio dari zona berbahaya.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: