OpenAI bagikan algoritma yang dapat menulis berita hoax

Sebuah kewajiban bagi OpenAI membagikan hasil pekerjaan mereka kepada para peneliti untuk mencari cara untuk melawan AI yang dapat menulis berita hoax.

OpenAI bagikan algoritma yang dapat menulis berita hoax Pexels

Februari lalu, OpenAI mengumumkan bahwa mereka telah mengembangkan suatu algoritma yang dapat menulis berita. Namun, alih-alih membuat sebuah berita yang berisi dengan fakta, algoritma ini mengajarkan AI untuk menulis berita yang berisi hoax.

Mereka sempat menyebut bahwa teknologi ini terlalu berbahaya untuk dibagikan kepada para pengguna secara bebas. Oleh karena itu mereka mulai sedikit demi sedikit merilis algoritma ini, dengan tujuan sebagai bahan analisis bagaimana algoritma tersebut digunakan.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

AI Microsoft bantu diagnosa kanker serviks lebih cepat

AI Nvidia bisa tangani pengiriman paket lebih cepat

Kecerdasan buatan, selamatkan kehamilan di Uganda dan Afrika


Setelah memastikan bahwa para penggunanya tidak menyalahgunakan data yang mereka bagikan, minggu ini OpenAI akan melepas semua algortima AI tersebut secara lengkap.

Bagi kalian yang penasaran, AI yang dimaksud bernama GPT-2. Pada awalnya, AI tersebut dirancang untuk menjawab pertanyaan, merangkum cerita, dan menerjemahkan teks. Tetapi para peneliti menjadi takut bahwa itu dapat digunakan untuk mengalirkan banyak informasi yang salah, seperti lapor Engadget (8/11/2019).

Sebagai gantinya, kebanyakan para pengguna hanya melihat kegunaan dari AI tersebut untuk digunakan untuk hal-hal seperti melatih game petualangan teks dan menulis cerita tentang unicorn.

OpenAI mengatakan, dengan dibukanya akses ini secara utuh, mereka berharap akan dapat membantu para peneliti mengembangkan model pendeteksian teks yang dihasilkan oleh AI yang lebih baik dan menghilangkan bias bahasa.

 "Kami merilis model ini untuk membantu studi penelitian dalam pendeteksian teks sintetis," tulis OpenAI.

Gagasan tentang AI yang dapat secara massal menghasilkan berita dan informasi palsu yang dapat dipercaya adalah hal yang mengerikan. Tetapi beberapa pihak berpendapat bahwa teknologi ini akan datang, apakah kita mau menerimanya atau tidak.

Sedangkan bagi OpenAI, berbagi hasil pekerjaannya kepada para peneliti dapat mengembangkan alat untuk memerangi, atau setidaknya mendeteksi, teks yang dihasilkan AI.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: