Laptop Huawei nampang lagi di toko Microsoft

kini laptop Huawei kembali bertengger di toko online Microsoft. Perusahaan kini mencantumkan laptop Matebook X Pro.

Laptop Huawei nampang lagi di toko Microsoft (Foto: Slickdeals)

Mei lalu sejumlah perusahaan berbondong-bondong menindaklanjuti larangan pemerintah AS atas Huawei. Google misalnya, menangguhkan bisnis dengan Huawei sehingga smartphone baru Huawei di masa mendatang tak bisa didukung sepenuhnya oleh Android. Microsoft juga melakukan hal yang sama dengan menghapus laptop Huawei dari toko online-nya.Penghapusan itu bahkan dilakukan tanpa penjelasan perusahaan.

Namun kini laptop Huawei kembali bertengger di toko online Microsoft. Perusahaan kini mencantumkan laptop Matebook X Pro, Huawei Matebook D, dan Huawei Matebook 13 53010F. Semua perangkat ini terlihat tersedia meski Matebook X Pro versi Core i5 dan SSD 256GB terdaftar dengan persediaan habis. Versi Core i7 dari laptop itu juga dijajakan Microsoft di tokonya.


BACA JUGA

Huawei bakal rumahkan ratusan pekerja di Amerika

Huawei konfirmasi OS Hongmeng untuk perangkat IoT

Smartphone 5G Huawei akan rilis akhir Juli


Hingga saat ini Microsoft belum memberikan komentar terkait hubungannya dengan Huawei atau penjualan produk-produknya. Tak pernah jelas bagaimana Microsoft memperlakukan Huawei setelah perusahaan masuk dalam daftar hitam AS. 

Sebagaimana diketahui Huawei terancam putus hubungan bisnis dengan Google, dan vendor lainnya seperti Intel, Microsoft dan Qualcomm. Microsoft sebagai pemasok pembaruan Windows dan fitur keamanan pada laptop Huawei sendiri belum mengomentari secara publik apakah pihaknya memberlakukan larangan itu.

Perwakilan perusahaan memang mengatakan bahwa apa yang dijual di toko Microsoft hanyalah persediaan yang masih ada saat ini. "Kami telah mengevaluasi, dan akan terus menindak lanjut, banyak bisnis, teknis, dan regulasi yang mencatutkan Huawei ke Entity List Peraturan Administrasi Ekspor Departemen Perdagangan AS," kata perwakilan Microsoft dalam pernyataan melalui email. "Hasilnya, kami melanjutkan penjualan inventaris perangkat Huawei yang ada di Microsoft Store."

Bahkan para eksekutif di perusahaan teknologi ternama juga memilih tutup mulut, termasuk eksekutif AMD, Lisa Su. Bulan lalu di Computex 2019 dia mengatakan bahwa perusahaannya mematuhi peraturan AS. Namun Lisa Su tak pernah benar-benar mengonfirmasi bahwa AMD menunda penjualan komponennya ke Huawei. 

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: