Laptop dengan enam virus paling berbahaya di dunia ini dijual Rp17 miliar

Virus-virus tersebut termasuk ILOVEYOU, bug komputer dari tahun 2000 yang sering muncul sebagai “surat cinta” yang dilampirkan pada email.

Laptop dengan enam virus paling berbahaya di dunia ini dijual Rp17 miliar Source: The Verge

Biasanya karya seni terhebat dinilai dari latar belakang atau sejarahnya yang luar biasa. Tetapi mungkin hal tersebut tidak termasuk ke dalam sebuah laptop yang ‘diciptakan’ oleh seniman internet, Guo O Dong. Dilansir dari The Verge (25/5), laptop tersebut sebenarnya merupakan laptop biasa yang diisi dengan enam malware paling berbahaya di dunia.

Guo O Dong mengatakan niat di balik laptop itu adalah untuk membuat model ancaman secara abstrak yang ditimbulkan oleh dunia digital. Keenam virus di laptop (Samsung NC10-14GB 10,2 inci) tersebut dipilih karena besarnya kerusakan ekonomi yang disebabkannya.


BACA JUGA

Dua dekade di Indonesia, Acer manjakan konten kreator Indonesia

Lebih baik gunakan PIN untuk sistem keamanan perangkat Windows

Lenovo rajai pasar PC global di Q2 2019


Virus-virus tersebut termasuk ILOVEYOU, bug komputer dari tahun 2000 yang sering muncul sebagai “surat cinta” yang dilampirkan pada email. Kemudian ada WannaCry yang dikenal sebagai serangan ransomware yang mematikan komputer di rumah sakit dan pabrik di seluruh dunia pada tahun 2017. Serangan yang dituding oleh agen-agen intelijen Korea Utara.

Guo mengatakan WannaCry adalah contoh sempurna seputar bagaimana serangan digital dapat memiliki konsekuansi fisik. “WannaCry menyebabkan layanan kesehatan nasional Inggris mengalami kerusakan setara dengan USD100 juta dan menyebabkan pembatalan puluhan ribu janji dokter. Terdengar bukan suatu yang berlebihan, namun dampaknya bagi para pasien tidak bisa diperkirakan,” katanya.

Beberapa waktu lalu, serangan ransomware menghantam kota Baltimore, membekukan sistem pemerintah dan menganggu penjualan tanah, tangihan air serta peringatan kesehatan. Secara keseluruhan, Guo memperkirakan bahwa enam virus pada laptop Samsung tersebut menyebabkan kerusakan ekonomi senilai USD95 miliar.

Laptop ini sedang dilelang secara online, yang saat ini berada di atas USD1,2 juta (Rp17,3 miliar). Angka tersebut mungkin sangat banyak untuk sebuah laptop tua yang penuh dengan malware, tetapi Guo mengatakan dirinya suka menganggap karya seni tersebut sebagai “katalog ancaman sejarah.”

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: