Ini pendapat Razer soal lambatnya perkembangan minat gim mobile

CEO Razer, Min-Liang Tan, mengatakan salah satu alasan lambatnya perkembangan minat gim mobile adalah masih belum adanya standarisasi.

Ini pendapat Razer soal lambatnya perkembangan minat gim mobile CEO Razer Min-Liang Tan

Ada beragam smartphone gaming kini  beredar di pasaran. Sebut saja Asus dengan ROG Phone, Xiaomi dengan Black Shark, serta Razer dengan Razer Phone. Perangkat-perangkat tersebut merupakan smartphone gaming paling diminati di seluruh dunia.

Meski ada banyak pilihan perangkat, namun para gamer masih belum menunjukkan minat yang tinggi terhadap gim mobile. CEO Razer, Min-Liang Tan, mengatakan bahwa dia memiliki beberapa bayangan mengapa hal tersebut dapat terjadi.


BACA JUGA

Galaxy S10 Plus kalahkan skor Galaxy Note 10 Plus

Ini cara cek IMEI ponsel di situs Kemenperin

Ini cara perbaiki bug Google Play Service yang kuras baterai smartphone


Dalam sebuah wawancara, Tan mengatakan bahwa saat ini para gamer mobile masih terusik dengan pemain curang yang menggunakan mouse dan keyboard untuk bermain. Pemakaian mouse dan keyboard tentunya menguntungkan bagi sebagian gim mobile. Padahal semestinya gim tersebut dimainkan dengan cara menyentuh layar yang pengalaman mekanismenya sama sekali berbeda.

Begitu juga tawaran aksesori dari vendor lain yang memberikan tombol tambahan di perangkat mobile. Tan menganggap, hal ini akan memberikan pengalaman buruk saat seseorang sudah mencapai level pro.

"Maksud saya, coba kalian main (gim mobile) menggunakan keyboard dan mouse, atau dengan dengan kontroler, kamu akan sangat membencinya," kata Tan.

Tan juga membeberkan, banyak pemain di China menggunakan keyboard dan mouse untuk meningkatkan performa mereka di PUBG Mobile. Namun, seorang gamer yang melakukan hal tersebut tidak akan memiliki konsistensi skil. 

Mungkin saat mereka menggunakan keyboard dan mouse, mereka sangat ahli. Namun pada saat mereka tidak menggunakan perangkat tersebut, permainan mereka tiba-tiba jadi jauh lebih buruk.

Untuk mengatasi inkonsistensi ini, Razer pun memutuskan untuk bekerja dengan pengembang game, guna menstandarisasi platform smartphone gaming. Kemudian, mereka akan membuat gim dari awal yang memiliki standar yang sudah ditentukan.

Tak sampai disitu saja. Tan juga ingin melakukan perbaikan di sisi framerate. Dia memiliki visi bahwa gim di masa depan akan dapat dimainkan di framerate yang lebih tinggi. Hal ini wajar, karena smartphone mereka memiliki layar dengan refresh rate 120Hz.

Dia memprediksi, pada tahun ini para penggemar teknologi akan semakin banyak melihat perangkat yang memiliki layar dengan refresh rate 120Hz. Bahkan, dia juga yakin akan ada panel OLED yang memiliki refresh rate setinggi itu.

"Begitu kalian mencapai 120Hz, sulit untuk kembali," kata Tan.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: