Ini alasan LG berani bawa perangkat IoT ke Indonesia

Mereka mengatakan, tingkat adopsi masyarakat Indonesia saat ini terhadap teknologi baru semakin meningkat.

Ini alasan LG berani bawa perangkat IoT ke Indonesia

LG baru saja memperkenalkan ekosistem AI dan IoT mereka di Indonesia yang bernama ThinQ. Ini merupakan sebuah langkah yang cukup berani, mengingat infrastruktur internet di Indonesia masih belum semaju negara lain.

Meski demikian, hal tersebut bukan penghalang bagi  LG untuk menawarkan produk IoT ke Indonesia. Bahkan, Head of Marketing LG electronics Indonesia, Jay Jang, mengatakan bahwa Indonesia memiliki potensi yang besar.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

LG daftarkan paten smartphone yang bisa digulung

LG tawarkan alternatif smartphone lipat

LG punya konsep smartphone lipat tiga


“Kita merupakan sebuah perusahaan teknologi, memang harus selangkah lebih maju dari masyarakatnya. Jangan menunggu permintaan baru kita buat,” kata Jay.

Selama di Indonesia, dia telah mempelajari bahwa ada dua tipe masyarakat. Yang pertama adalah masyarakat biasa dan yang kedua merupakan masyarakat yang sangat mengerti akan teknologi.

“Sebagai contoh, pada saat Facebook masuk ke Indonesia, di saat yang sama Korea Selatan masih menggunakan Friendster. Ketika kita pindah ke Facebook, masyarakat Indonesia sudah hijrah ke Instagram. Jadi, saya kira adaptasi terhadap teknologi sudah tinggi,” sambungnya.

Dia menjelaskan, jika di Indonesia sudah terdapat sebuah teknologi, tinggal bagaimana vendor mengemasnya. “Kita tinggal mencari trigger untuk membangun hype saja,” paparnya.

Meski demikian, dia juga berharap perkembangan infrastruktur di Indonesia dapat dengan cepat mengimbangi perkembangan teknologi yang ada. “Meskipun begitu, saya sadar tantangan pembangunan infrastruktur di Indonesia, karena negaranya yang berupa kepulauan. Kita berharap yang terbaik saja.”

Terakhir, dia menyebutkan beberapa titik wilayah mana saja di Indonesia yang sekiranya sudah dapat menerima teknologi yang cepat. Dia pun mengaku akan berfokus di wilayah tersebut. “Para penduduk di Jakarta, Surabaya, dan Medan lebih cepat menerima perkembangan teknologi ketimbang wilayah lainnya di Indonesia,” pungkasnya.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: