Imbas larangan Huawei, pengiriman smartphone global menyusut

Perusahaan riset Canalys kini memproyeksikan pengiriman smartphone menjadi 1,35 miliar unit pada 2019.

Imbas larangan Huawei, pengiriman smartphone global menyusut (Foto: Zendure)

Setelah pemerintah Amerika Serikat (AS) mencatutkan nama Huawei dalam Entity List, perusahaan riset Canalys merevisi jumlah perkiraan pengiriman smartphone global. Canalys memangkas prediksinya hampir 5 persen.

Perusahaan riset itu kini memproyeksikan pengiriman smartphone menjadi 1,35 miliar unit pada 2019. Jumlah ini menurun 3,1 persen dari tahun ke tahun dibanding sebelumnya yakni 1,3931 miliar (2018). Sebelumnya Canalys memprediksi pengiriman smartphone global mencapai 1,417 miliar unit di tahun ini.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Huawei sedang dalam diskusi permulus 5G di AS

Huawei sedang dalam diskusi permulus 5G di AS

Begini cara pasang layanan Google di Huawei Mate 30


"Penting untuk dicatat bahwa ketidakpastian pasar, jelas mendorong vendor untuk mempercepat strategi tertentu guna meminimalisir dampak jangka pendek dan panjang di lingkungan bisnis yang menantang, misalnya dengan mengalihkan manufaktur ke berbagai negara agar terhindar dari risiko tarif," kata Nicole Peng, VP Mobility Canalys dalam sebuah pernyataan.

"Namun dengan pengumuman AS baru-baru ini tentang tarif barang dari lebih banyak negara, industri akan menghadapi gejolak dalam beberapa waktu."

Meski larangan AS atas Huawei akan berlaku dalam beberaba bulan mendatang, Canalys menyebut larangan itu akan tetap berlangsung. Alhasil, Huawei akan mengalami kendala dalam meluncurkan perangkat barunya. 

Dilansir Venture Beat, dalam beberapa tahun terakhir Huawei sukses meraih pertumbuhan yang baik. Di kuartal pertama 2019 misalnya, pengiriman iPhone Apple menurun 23 persen, sedangkan Huawei melonjak lebih dari 50 persen dari tahun ke tahun. Huawei juga berambisi melampaui pencapaian Samsung di 2020, untuk menjadi vendor smartphone terbesar di dunia.

Menurut Canalys, Huawei kini tengah berupaya menerapkan rencana darurat. Belum diketahui apakah larangan AS ke Huawei justru menjadi manfaat baik tersedniri bagi vendor smartphone lainnya.

Canalys menilai, Samsung kemungkinan akan kecipratan untung paling banyak dalam krisis Huawei saat ini. Hal ini didasarkan pada kemampuan Samsung untuk meningkatkan produksi dan bersaing di sektor harga. 

Seiring hadirnya jaringan 5G, Canalys percaya penjualan smartphone global akan sedikit meningkat. Namun mengingat melemahnya kemampuan Huawei saat ini, pasar smartphone keseluruhan kemungkinan akan kurang kuat. 

"Pelemahan smartphone dan kurangnya inovasi masih merupakan kekuatan di pasar utama. Konsumen mempertahankan ponselnya lebih lama. Namun ketika siklus perangkat mobile menuju titik keseimbangan baru, laju penurunan pengiriman triwulan akan berkurang," kata Rushabh Doshi, Direktur Riset Canalys.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: