Google patenkan smartwatch yang bisa dikontrol lewat kulit

Google mencoba untuk memanfaatkan kulit untuk mengontrol smartwatch yang memiliki penampang layar sangat kecil.

Google patenkan smartwatch yang bisa dikontrol lewat kulit Ilustrasi Smartwatch (Wccftech)

Smartwatch memang sudah tidak asing lagi bagi pecinta gadget. Sayang ada satu masalah besar yang dihadapi smartwatch yakni, layarnya yang kecil. Karena ukurannya yang kecil, pengguna kesulitan untuk menggunakan layar sentuhnya.

Google tampaknya memiliki solusinya. Dalam sebuah bocoran, Google baru-baru ini mengajukan paten pemanfaatan sensor agar bisa mendeteksi gerakan dan melacak posis jari. Teknologi ini akan mempermudah mengendalikan smartwatch. Idenya adalah denngan memanfaatkan sensor-emitor yang berguna sebagai "mouse pad" virtual.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Moto 360 resmi diperkenalkan, dijual mulai Desember mendatang

Alphabet bersiap akuisisi Fitbit

Fossil berikan sejumlah update pada smartwatch-nya


Seperti bisa dilihat dari gambar di atas, Google akan menjadikan kulit pengguna sebagai alat kontrol. Bahkan, mereka menyebut bahwa jari pengguna bisa menjadi “stylus”.

Paten ini juga mencantumkan beberapa cara untuk mengaktifkan sistem ini, termasuk menggunakan sensor yang berbeda. Ada juga array emitor yang akan bekerja bersama agar mampu menerjemahkan gerakan jari seperti gerakan ke dalam UI smartwatch.

Sensor pemancar array ini berteknologi ultrasound yang dapat memberikan data time-of-flight. Skema ini digunakan untuk mendeteksi posisi jari terhadap smartwatch. Dalam dokumen tersebut juga menyebutkan adanya dioda foto. Dioda tersebut akan digunakan untuk implementasi kamera CCD atau CMOS yang disesuaikan bersama dengan dioda pemancar cahaya. Teknologi serupa yang bisa kita lihat pada mouse optik.

Sepasang sensor digunakan untuk memperkirakan posisi jari dan memperkirakan kedalamannya. Sementara sensor ultrasonik menyediakan data tambahan untuk meningkatkan akurasi dalam kondisi cahaya lemah.

Pengaturan ini berguna pada kedua sisi smartwatch, ini menguntungkan bagi pengguna tangan kanan dan kiri. Gerakan lainnya yang bisa dilakukan smartwatch patenan Google itu nanti seperti, mengklik, memutar atau mengguncang pergelangan tangan. Ia juga bisa mendeteksi ketukan jari dan menerjemahkannya sebagai klik di layar.

Sayang, hingga saat ini masih belum diketahui kapan Google akan mulai memperkenalkan teknologi ini. Yang pasti, para penggemar gadget di seluruh dunia akan meanti pengimplementasiannnya secepatnya.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: