sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id qnap
Rabu, 25 Nov 2020 13:58 WIB

Disruptor ciptakan peluang bagi industri vital ASEAN di tengah pandemi global

Cisco dan Jungle Ventures menyebut bahwa percepatan digitalisasi membuka potensi baru bagi disruptor digital di kawasan ASEAN.

Disruptor ciptakan peluang bagi industri vital ASEAN di tengah pandemi global
Source: eInfoChips

ASEAN dipandang sebagai satu satu wilayah dengan perkembangan ekonomi paling cepat di seluruh dunia. Hal ini terjadi melalui pengembangan berbagai platform berbasis digital di sektor-sektor vital. Perkembangan digitalisasi yang cepat ini dilaporkan membuka peluang baru bagi disruptor digital, seperti diungkapkan Cisco dan Jungle Ventures. 
 
Dalam sebuah penelitian yang berjudul emerging Disruptors from the Global Pandemic, Cisco dan Jungle Ventures menyoroti transformasi pada sektor pelayanan vital di masa pandemi Covid-19 di kawasan ASEAN. Beberapa contoh disrupsi ini pun ditunjukkan dalam penelitian ini. 
 
“Pandemi Covid-19 telah membuktikan kemampuan manusia untuk berinovasi dengan cepat ketika menghadapi disrupsi yang terjadi. Beberapa sektor yang tedampak paling besar oleh pandemi seperti pendidikan, kesehatan, dan rantai pasok serta logistik telah berhasil beradaptasi dan membayangkan kembali masa depannya. Selain itu, mereka juga mampu mengimplementasikan strategi yang inovatif, dan mengadopsi pola pikir yang tangguh. Saat ini kami melihat inovasi besar-besaran bermunculan, yang akan mempermudah kenormalan baru ini,” kata Naveen Menon, Presiden Cisco untuk ASEAN.
 
Laporan itu juga menunjukkan perubahan dalam ekonomi global telah berkontribusi pada munculnya startup yang mengubah industri serta mendisrupsi organisasi. Dengan mayoritas roda perekonomian ASEAN yang masih digerakkan secara offline, hal ini menciptakan peluang besar bagi startup teknologi. Data dari STATION F menunjukkan bahwa 18% startup di seluruh dunia telah beradaptasi untuk memenuhi kebutuhan baru dari pasar, sejak krisis ini dimulai dan 13% lainnya mempertimbangkan hal yang serupa dalam kurun waktu enam bulan ke depan.
 
“Disrupsi bisnis dapat menjadi pemicu inovasi dan banyak startup di ASEAN telah menjadi yang terdepan dalam pergeseran digitalisasi ini, untuk mengisi celah dan menangkap peluang baru yang muncul. Sebagai salah satu perusahaan modal ventura terbesar di Asia Tenggara, kami senang dapat bermitra dengan Founders yang berambisi untuk memecahkan tantangan baru ini dan membangun bisnis yang berkelanjutan dan terdepan di bidangnya,” kata Amit Anand, Founding Partner, Jungle Ventures.
 
Laporan ini memberikan analisis mendalam tentang bagaimana bisnis di tiga sektor utama yaitu Pendidikan, Perawatan Kesehatan, Rantai Pasok dan Logistik menanggapi krisis ini dan mengadopsi teknologi dengan cepat dan inovatif untuk meminimalisir gangguan pada layanan mereka.
 
Di sektor pendidikan, Covid-19 mengakibatkan penutupan sekolah dan lembaga pembelajaran. Semua kegiatan proses belajar mengajar pun beralih ke sistem online. Namun tidak semua penjuru ASEAN memiliki ketersediaan infrastruktur teknologi dan konektivitas internet yang baik. Laporan ini menunjukkan bahwa banyak perusahaan belum sepenuhnya dapat memadukan pembelajaran virtual dan pembelajaran tatap muka. Namun beberapa di antaranya sudah bermunculan dan diprediksi akan semakin mendominasi. 
 
Sedangkan di sektor kesehatan, laporan ini menunjukkan adanya pergeseran ke teknologi digital akibat pandemi. Homage disebut sebagai salah satu disruptor yang memperkenalkan perawatan kesehatan personal namun terjangkau di rumah. 
 
Sementara untuk sektor Rantai Pasok dan Logistik, penelitian ini membuktikan bahwa membangun bisnis yang tepat dan alur kerja yang strategis akan dapat membantu menyelesaikan masalah dalam hal rantai pasokan dan logistik. Pasalnya rantai pasok tradisional yang terpusat menyebabkan kesulitan karena ketergantungan. Hal ini kemudian menciptakan efek berkelanjutan pada perekonomian global. Salah satu startup di bidang ini adalah Moglix, sebuah platform pengadaan digital khusus asal Singapura. 

“Pendekatan dari berbagai aspek yang melibatkan kolaborasi antara pemerintah, sektor publik dan swasta, diperlukan untuk mendorong perubahan positif pada ekosistem startup di ASEAN. Kami meyakini pentingnya nilai ekosistem inovasi dan karena itu, kami senantiasa berkomitmen untuk membina startup teknologi dengan pertumbuhan tinggi di seluruh kawasan ASEAN,” kata Rajiv Menon, Head of Cisco Investments and M&A for Asia Pasifik and Jepang.

Share
×
tekid
back to top