Kolom

Cara memilih influencer yang tepat

Bagaimana memilih figur yang tepat untuk bisnis Anda?

Cara memilih influencer yang tepat

Indonesia adalah negara dengan populasi ke-4 terbesar di dunia dengan 260 juta penduduk dengan jumlah 100 juta pengguna media sosial aktif. Uniknya, penggunaan media sosial di Indonesia tidak hanya sebatas berkomunikasi dan bersosialisasi, tapi juga sebagai tempat berdagang.

Banyaknya platform digital dan teknologi yang ada di Indonesia saat ini pasti akan berdampak pada sebuah merek atau produk. Sejumlah pemasar telah memutuskan untuk mengubah taktik marketing menjadi lebih digital karena beberapa hal seperti:


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Influencer marketing sangat diminati oleh para brand

Rade Tampubolon, jeli melihat peluang di industri Selebgram

Influencer marketing: apa, siapa dan bagaimana?


  • Penetrasi pengguna internet di Indonesia pada tahun 2015 adalah 40% dan dipredikasi akan terus naik menjadi 160 juta pengguna di tahun 2020.
  • Pertumbuhan iklan digital di Indonesia terus mengalami kenaikan hingga menyentuh double digit.
  • Menurut Nielsen, 83% konsumen lebih mempercayai teman, keluarga dan kolega mereka dalam membeli sebuah produk.
  • Data dari eMarketer menyatakan bahwa 84% pemasar meyatakan bahwa mereka telah mengikat kontrak pada seorang influencer untuk tahun 2018.
  • Per April 2017, pengguna Facebook di Indonesia berjumlah 91 juta dan akan terus naik.

Konsumen di Indonesia bisa dibilang sangat kritis. Mereka akan sangat bergantung pada pendapat dan review orang lain sebelum membeli. Keberadaan influencer akan membawa dampak positif karena generasi millenial akan selalu melihat dan “mendengar” review merek dan produk secara online.

Cara memilih influencer marketing

Menjalankan taktik influencer marketing tak sekadar menunjuk sesorang yang mempunyai follower banyak saja. Ada beberapa hal lain yang cukup penting untuk memilih seorang influencer yang tepat, yaitu:

  • Cari tahu kebutuhan Anda.

Siapakah pangsa pasar merek atau produk anda. Pilahlah pangsa Anda berdasarkan persentase jumlah konsumen. Hal ini diperlukan karena anda tak bisa memilih seorang influencer travel untuk produk IT.

  • Tentukan target dan KPI Anda.

Sebelum menghubungi seorang influencer, pastikan bahwa Anda telah menetapkan target dan KPI. Pastikan beberapa hal seperti:

  1. Target, tentukan target konsumen Anda sesuai profil dan kategori pengguna untuk menentukan Cost Per Engagement. (CPE).
  2. Identifikasi, tentukan kategori spesifik merEk atau produk Anda untuk memilih dan mengidentifikasi profil influencer yang dibutuhkan.
  3. Amplify, pastikan influencer yang telah Anda pilih untuk memberikan visual dan video yang terbaik dan menarik. Berikan guideline merek atau produk Anda untuk memudahkan para influencer mempromosikan merek atau produk Anda.
  4. Tracking, lakukan pelacakan (tracking). Tanpa tracking, taktik marketing yang Anda lakukan akan percuma.
  • Hubungi Agency iklan atau seseorang yang Anda inginkan.

Menghubungi langsung seorang influencer memang akan menekan budget marketing Anda, tetapi Anda harus melakukan pelacakan dan menghitung CAC (Consumer Acquisition Cost) Anda sendiri. Lain halnya apabila Anda menggunakan sebuah agency. Mereka akan menghitung sesuai kebutuhan Anda.

Cara menentukan tujuan penggunan dan KPI influencer

Ada beberapa hal penting yang harus dilakukan saat Anda memutuskan menggunakan influencer, yaitu menetukan tujuan penggunaan dan KPI taktik marketing Anda. Bagaimana cara menetapkannya? Ada beberapa tujuan penggunaan yang bisa anda tetapkan, seperti:

  • Peluncuran produk baru.
  • Brand awareness.
  • Content generation.
  • Community building.

Dan untuk menetapkan KPI, Anda harus melakukan hal seperti berikut:

  • Reach. Dihitung berdasarkan follower sang influencer.
  • Clicks. Dihitung dari jumlah orang yang akan melakukan klik dari link yang Anda sediakan.
  • Engagements. Dihitung berdasarkan jumlah like, comment dan share di media sosial, gunakan hashtag untuk mempermudah pelacakan.
  • Conversion. Dihitung dari jumlah konsumen yang memutuskan untuk membeli. Gunakan unique link dan promo code khusus yang berbeda untuk setiap influencer.

Cara memilih tipe influencer

Dulu, kata influencer erat kaitannya dengan para selebritas, tapi dengan maraknya penggunaan media sosial, ada beberapa tipe influencer yang cukup mumpuni untuk merek atau produk Anda, seperti:

  • Mega influencer. Terdiri-dari para selebritas dan atlet. Mereka ada di spektrum tertinggi dalam tipe influencer karena jumlah follower dan pengaruh kuat di media sosial.
  • Macro influencer. Terdiri-dari para blogger profesional dan YouTubers. Mereka mempunyai bidang kahlian masing-masing yang berbeda tiap influencer seperti fashion, lifestyle dan bisnis.
  • Micro influencer. Terdiri-dari para pengguna media sosial dengan jumlah follower antara 1.000 sampai dengan 10.000 orang. Mereka mempunyai keterikatan langsung secara professional pada merek atau produk karena mereka juga adalah pengguna. Mereka akan menceritakan pengalaman pribadi dalam menggunakan merek atau produk Anda dan memberi review positif di media sosial.
  • Brand advocates. Terdiri-dari para pengguna media sosial harian dengan jumlah follower 500 sampai dengan 1.000 orang.

 

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: