Peningkatan pendapatan per posting influencer melonjak hampir 50 kali

Para influencer saat ini bisa mendapatkan puluhan hingga ratusan juta rupiah dengan mudah, hanya dengan sekali posting di media sosial.

Peningkatan pendapatan per posting influencer melonjak hampir 50 kali Pixabay

Menjadi influencer saat ini merupakan salah satu pekerjaan yang menjanjikan. Hal ini dikarenakan saat ini, para influencer dikabarkan bisa meraup pundi-pundi uang yang tak sedikit. Namun, seberapa besar?

Dalam sebuah laporan terbaru yang dilakukan oleh IZEA melalui Wccftech (15/11/2019), mereka baru saja mendapatkan hasil penelitian mengenai pendapatan influencer di Amerika. Dikabarkan, patokan harga sebuah postingan meningkat hingga hampir 50 kali dalam lima tahun terakhir.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Influencer marketing sangat diminati oleh para brand

Rade Tampubolon, jeli melihat peluang di industri Selebgram

Cara memilih influencer yang tepat


Mereka mengklaim, untuk pembaruan satu status di Facebook saja dapat mencapai USD395 atau Rp5,5 juta. Angka ini meningkat drastis sebesar 49,4 kali, dari USD8 atau Rp111 ribu pada 5 tahun yang lalu.

Kenaikan drastis juga dirasakan oleh para influencer di platform YouTube. Saat ini mereka dibayar USD6700 atau Rp94 juta per video, atau naik 16 kali dari USD420 atau Rp5,9 juta dari 5 tahun yang lalu.

Postingan di Twitter pun mengalami kenaikan 14,6 kali, dari USD29 atau Rp400 ribu menjadi USD442 atau Rp6,2 juta. Instagram juga mengalami peningkatan 12,3 kali dari USD134 atau Rp1,8 juta menjadi USD422 atau Rp5,9 juta. Sedangkan postingan blog naik dari USD407 atau Rp5,7 juta menjadi USD1442 atau Rp20 juta

Biaya per posting ini secara kasar naik mengikuti garis tren keterlibatan pengguna di berbagai platform media sosial. Menurut tolok ukur oleh konsultasi media sosial Quintly, Instagram memimpin dalam hal keterlibatan pengguna.

Per Quintly, posting video menerima hingga 49 persen interaksi lebih tinggi daripada gambar foto.

Tren IZEA telah melaporkan secara luas melacak pergeseran dalam pengeluaran dari media tradisional ke media sosial. Mereka juga melacak efektivitas berbagai media. IZEA mencatat bahwa lompatan dramatis dalam nilai Instagram berasal dari pengenalan Instagram Stories.

Menurut Quintly, tidak diragukan Instagram adalah tempat pertumbuhan paling tinggi. Menurut studi pembandingan 2019 perusahaan, influencer Instagram yang digunakan dalam kumpulan sampelnya meningkatkan jumlah pengikut di antara 9,4 persen hingga 16 persen selama paruh pertama 2019.

Namun popularitas industri influencer juga melahirkan sesuatu yang baru, yakni fitur penghapusan 'Like' di Instagram. 

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: