Kolom

Influencer marketing: apa, siapa dan bagaimana?

Influencer marketing sedang tren di Indonesia. Bagaimana memanfaatkannya untuk bisnis Anda?

Influencer marketing: apa, siapa dan bagaimana?

Influencer marketing atau di Indonesia kerap disebut buzzer adalah sebuah cara memasarkan dan mempromosikan sebuah produk. Sebenarnya, cara ini sudah cukup lama kita kenal dengan Word Of Mouth Marketing. Namun karena pesatnya perkembangan digital dan meningkatnya jumlah pengguna ponsel pintar (smartphone), cara ini bisa dibilang menjadi salah satu cara memasarkan suatu produk yang efektif.

Pernahkah Anda membeli suatu produk karena review dan tulisan yang dibaca di website atau blog atau sosial media? Review para influencer tidak berupa iklan yang pasti akan kita hindari saat membuka media sosial. Mereka akan mempengaruhi pembacanya dengan cara sangat halus, bahkan hampir tanpa terasa oleh kita.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Influencer marketing sangat diminati oleh para brand

Rade Tampubolon, jeli melihat peluang di industri Selebgram

Cara memilih influencer yang tepat


Influencer Marketing

Taktik marketing ini melibatkan beberapa orang atau akun untuk melakukan promosi produk dan servis. Mereka bekerja untuk menarik dan merayu pengguna dengan tulisan dan review di media sosial dan website.

Para influencer ini membuat tulisan dan review sesuai dengan bidang keahliannya. Contohnya, seorang influencer bidang wisata, mereka bekerja untuk membuat berbagai rekomendasi tujuan wisata di satu daerah tertentu, transportasi apa yang dipakai untuk menuju lokasi tersebut, hotel apa saja yang tersedia di sana, berapa harga tiket menuju lokasi tersbut dan lain lain. Tapi tanpa kita sadari, mereka akan menyebutkan beberapa merek tertentu dan akan membuat review positif singkat mengenai merek tersebut yang akan memberi pengaruh pada kita, para pembacanya.

Siapakah influencer marketing?

Influencer ini bisa terdiri-dari individu, kelompok atau bahkan perusahaan tertentu. Contohnya adalah para selebritas. Mereka bisa menjadi influencer yang cukup berpengaruh karena status dan exposure-nya.

Tapi para blogger pun menjadi sangat berpengaruh karena dikenal apa adanya, jujur dan mempunyai basis pengikut (follower) yang loyal di media sosial. Review dan tulisan mereka akan menjadi sebuah taktik marketing yang jitu untuk sebuah merek. Dengan menggunakan influencer, akan menghindarkan sebuah produk dari sinisme publik, review negatif dan sikap skeptis para penggunanya.

Taktik marketing ini cukup unik karena influencer-lah yang menjadi ujung tombak. Beberapa influencer menjadi seseorang yang cukup dihormati dan disegani oleh beberapa perusahaan penggunanya karena tulisan dan review mereka “didengar” oleh publik. Bahkan, mereka pun bisa menjadi orang pertama yang mencoba sebuah produk baru dan mereka pun biasanya akan diajak mengunjungi pabrik secara pribadi atas undangan perusahaan penggunanya.

Apakah seorang anak SMA atau mahasiswa bisa menjadi influencer? Ya, sangat memungkinkan untuk beberapa produk memakai anak SMA atau mahasiswa. Contohnya adalah sebuah aplikasi belajar. Apabila review dilakukan orang yang lebih tua usianya, bisa dipastikan bahwa usia aplikasi tersebut takkan lama. Kenapa? Karena apabila aplikasi tersebut ditujukan untuk mempermudah para siswa untuk menyerap pelajaran. Mereka akan cenderung “mendengarkan” review dari orang seusia mereka.

Cara kerja influencer marketing

Implementasi influencer pada sebuah perusahaan atau merek menjadi sangat penting saat sebuah produk baru diluncurkan. Para influencer akan membuat review dan tulisan di berbagai media sosial seperti Instagram, Pinterest, Facebook, Snapchat, dan lain – lain.

Biasanya, mereka akan membuat kombinasi antara foto produk dan caption atau video produk dan caption atau hanya tulisan review saja.

Sebenarnya, “senjata” para influencer ini tidak terlalu rumit. Hanya sebuah smartphone berkamera dengan kualitas bagus dan ide kreatif untuk menentukan angle review-nya. Simak cara kerja seorang influencer marketing berikut :

Setelah menerima order pekerjaan, influencer akan menerima beberapa detail sebuah produk yang akan di-review. Mereka akan mendapat brand guideline, sejarah perusahaan dan detail lainnya untuk kepentingan review.

Influencer akan selalu mencoba produk tersebut. Biasanya mereka akan menerima pinjaman sebuah produk atau mendapatkannya secara gratis untuk mencoba.

Influencer akan membuat review bisa berupa foto dan caption, video dan caption dan tulisan yang sesuai dengan guideline dan detail perusahaan yang telah diterima.

Review para influencer di media sosial dan blog akan dibaca dan “didengar” oleh para follower-nya, karena mereka yakin akan orisinalitas dan kejujurannya.

Begitulah kurang lebih cara kerja influencer marketing, apa dan siapa mereka. Tertarik untuk menjadi seorang influencer? Ikuti seri tulisan saya di tek.id selanjutnya mengenai influencer marketing.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: