sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id oppo
Jumat, 26 Nov 2021 16:57 WIB

Ini cara AMD berikan pengalaman terbaik untuk pengguna

AMD mengatakan, mereka mengembangkan prosesor Ryzen 5000 Pro untuk memberikan keseimbangan daya dan performa untuk para pengguna.

Ini cara AMD berikan pengalaman terbaik untuk pengguna

Pandemi yang terjadi selama beberapa tahun ini telah mempengaruhi masyarakat di dunia. Berbagai perusahaan memiliki pandangan mereka masing-masing terkait dengan apa yang terjadi belakangan ini. Salah satunya adalah AMD, yang menyebut bahwa apapun yang terjadi selanjutnya, new normal kini menjadi hybrid. Pergeseran cara kita bekerja ini juga mempengaruhi cara bisnis memilih teknologi. 

Mereka mengatakan, ada beberapa kata kunci penting dalam urusan yang satu ini. Kata kunci yang pertama adalah portabilitas. Dulu, kata ini hanya sebatas “baik untuk dimiliki”, yang menurut mereka kini menjadi suatu hal yang sangat penting. 

Saat pengguna berpindah antara kantor, rumah, dan dimanapun diantaranya, ketahanan baterai lebih penting dari sebelumnya. Hal ini kemudian menjadi kata kunci kedua. Efisiensi daya maksimum akan dapat memberikan pengalaman terbaik untuk para pengguna.

Dengan baterai besar, pengguna akan dapat meminimalisir tingkat pengisian daya. Hal ini membuat mereka dapat tetap terhubung, terus berkreasi, dan berkolaborasi lebih lama sebelum mencari tempat untuk mengisi ulang daya.

Namun, komponen haus daya seperti layar OLED, keyboard dengan lampu latar, dan aplikasi intensif CPU masih menjadi penghalang untuk mendapatkan efisiensi yang baik. Di sisi lain, dimensi laptop pun semakin tipis dan ringan. Hal ini membutuhkan rekayasa yang tidak mudah untuk mencapai tujuan kinerja dan masa pakai baterai sebagai persaingan. 

Untungnya, AMD memiliki jajaran CPU Ryzen Pro 5000 Series generasi terbaru, yang mengklaim memiliki performa tinggi dan memiliki efisiensi baterai yang baik untuk para penggunanya.

Ada beberapa hal yang mereka tekankan untuk CPU ini. Mereka menggunakan teknologi fabrikasi 7nm yang tak hanya efisien saja, namun juga memiliki performa tinggi. Selain itu, dibangun menggunakan arsitektur modern "Zen 3" milik mereka.

Mereka mengatakan, jajaran CPU AMD Ryzen Pro 5000 Series ini dapat membantu pengguna melalui masa kerja hybrid baru ini. Mereka pun melakukan berbagai benchmark untuk menetapkan titik tengah yang dapat memuaskan para pengguna.

“Pandangan kami tentang benchmarking adalah sama, pengujian yang berarti harus berasal dari beban kerja yang dikonfigurasi berdasarkan prioritas dan batasan dunia nyata.,” kata AMD dalam siaran pers yang diterima redaksi Tek.id (26/11).

Banyak skenario tercakup dalam pengujian daya tahan baterai AMD, mulai dari aplikasi kreativitas dan penelusuran web hingga pemutaran video dan produktivitas kantor. Hal ini diperlukan untuk memberikan yang terbaik bagi pengguna.

“Kebutuhan perangkat keras dalam kebutuhan kerja saat ini sangat beragam dengan para profesional menuntut perangkat keras yang ringan dan ramping untuk memungkinkan mobilitas, dengan performa yang mengesankan dan masa pakai baterai yang lama untuk mendukung tuntutan tugas saat di rumah atau di perjalanan,” kata Managing Director, Sales, AMD Asia Pasifik & Jepang, Peter Chambers.

“Selain menciptakan produk-produk terdepan seperti prosesor mobile AMD Ryzen™ PRO 5000 Series, AMD menjalin kerjasama erat dengan para mitra yang memiliki semangat yang sama untuk teknologi dan inovasi, memungkinkan kami untuk membangun solusi tanpa kompromi yang dioptimalkan untuk kebutuhan tenaga kerja saat ini.”

Mereka juga mengatakan, saat ini perusahaan mereka telah memenuhi janji 25x20 mereka, dimana menghadirkan prosesor mobile terintegrasi ke pasar dengan efisiensi energi setidaknya 25 kali lebih banyak pada tahun 2020 dibandingkan dengan standar 2014. 

Inovasi ini saja dapat mengurangi konsumsi energi PC organisasi hingga 84%, dan bahkan keuntungan yang lebih berarti dimungkinkan jika masa pakai baterai diperhitungkan.

Namun, ini bukan berarti AMD tidak mengalami kesulitan sama sekali. Mereka mengatakan beberapa kali telah menghadapi tembok besar dalam pengembangan prosesor mereka. Tapi, mereka berjanji untuk terus maju untuk memberikan performa terbaik bagi pengguna mereka.

Share
×
tekid
back to top