AMD sesumbar CPU terbaru mereka tidak akan terserang ZombieLoad

AMD memilih untuk menggunakan teknik pemeriksaan perlindungan perangkat keras bawaan untuk mengecek bug keamanan di prosesor mereka.

AMD sesumbar CPU terbaru mereka tidak akan terserang ZombieLoad Prosesor AMD Ryzen

Seolah Spectre dan Meltdown tidak cukup buruk, para peneliti baru-baru ini mengumumkan bahwa prosesor milik Intel kembali diserang oleh peretas melalui celah keamanan. Kali ini, malware tersebut disebut sebagai ZombieLoad.

Sama seperti malware RIDL & Fallout, dan Store-to-Leak Forwarding, malware baru ini diklasifikasikan sebagai kerentanan MDS. Para pengguna prosesor Intel dari belasan tahun silam hingga saat ini dikabarkan berpotensi terkena serangan tersebut.


BACA JUGA

AMD sebut 6 persen prosesor Ryzen 3000 yang terjual bisa tembus 4,2GHz

Bocoran 3Dmark Intel Core i9-9900KS mencuat, kalah dari AMD

Bocoran prosesor AMD Theradripper 2990WX mencuat


Menanggapi hal tersebut, pihak AMD pun buka suara. Melalui situs resmi mereka, pihak AMD sesumbar bahwa prosesor generasi terbaru mereka tidak akan terserang oleh malware yang sama, seperti yang saat ini dirasakan oleh Intel.

Saingan Intel tersebut mengatakan bahwa chipnya kebal terhadap masalah berkat pemeriksaan perlindungan perangkat keras bawaan. Mereka yakin, dengan penanggulangan tersebut CPU mereka terbebas dari masalah, seperti dilaporkan Wccftech (21/5/2019).

Malware ini dikabarkan sudah dapat diatasi oleh Intel, namun situs spesialis Linux Phoronix dengan menjalankan tes, serta melihat contoh dari apa yang dirasakan oleh pengguna. Hasil yang mereka dapatkan menunjukkan bahwa tambalan lubang keamanan ini dapat secara signifikan mempengaruhi kinerja. 

Perangkat yang menggunakan prosesor Intel rata-rata berjalan 16 persen lebih lambat dengan pembaruan dan hyper-threading diaktifkan. Lebih buruk lagi, Apple dan Google telah menyarankan pengguna Intel untuk sepenuhnya menonaktifkan hyper-threading pada chip Intel jika mereka benar-benar ingin aman.

Dengan dinonaktifkannya fitur tersebut, pengguna akan mendapati penurunan kinerja antara 40 hingga 50 persen, tergantung pada aplikasinya. Sekali lagi, chip AMD tidak perlu ditambal untuk bug baru ini dan tidak perlu menonaktifkan simultan multi-threading (SMT), yang merupakan hyper-threading milik AMD.

Meski demikian, yang akan paling merasakan efek negatif dari penonaktifan hyper-threading adalah pengguna workstation dan server. Mereka membutuhkan fitur tersebut untuk memproses data yang sangat besar. 

Phoronix mengatakan bahwa dampak mitigasi ini cukup untuk membuat prosesor Intel Core i7-8700K lebih dekat kemampuannya dengan Ryzen 7 2700X di bidang kinerja, tergantung pada sistem.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: