sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id samsung
  • partner tek.id realme
Jumat, 29 Apr 2022 10:30 WIB

Review Sharp Wireless Bone Conduction HP-BC50, headphone unik yang tidak mudah lepas

Konsep ear free Sharp Wireless Bone Conduction HP-BC50 ramah untuk telinga, namun privasi selama panggilan audio perlu dipertimbangkan lagi.

Review Sharp Wireless Bone Conduction HP-BC50, headphone unik yang tidak mudah lepas

Kenyamanan adalah hal penting yang wajib diberikan headphone kepada penggunanya. Apalagi setelah era pandemi ini, orang-orang semakin sering menggunakan headphone dalam jangka waktu panjang untuk keperluan meeting online dari rumah atau mobile gaming bersama rekan-rekan.

Sharp Indonesia pada Februari lalu meluncurkan headphone wireless HP-BC50 model Bone Conduction. Headphone ini dihadirkan untuk mengurangi permasalahan yang sering muncul dalam mengenakan headphone, yakni tidak nyaman dipakai untuk waktu yang lama. Tek.id berkesempatan menjajal produk baru ini, dan berikut adalah pengalaman Saya selama menggunakannya.

Desain 

Sharp Wireless Bone Conduction HP-BC50 didesain sangat simpel, namun dinamis. Desain ear free yang diusung tidak menutupi telinga saat dipakai dan memiliki penyangga yang mengelilingi belakang daun telinga agar headphone tidak lepas saat digunakan. 

Selain itu di bagian logo Sharp, terdapat port untuk mengisi daya menggunakan magnet. Di sisi lain, bidang berfungsi sebagai tempat built-in memory 2GB. Meskipun bentuknya paling menonjol di antara elemen lain yang ada pada headphone ini - seperti Bone Conduction pada umumnya - namun tidak mengganggu saat pemakaian.

Bagian belakang headphone menggunakan material yang lentur dan fleksibel. Oleh karena itu, Saya merasa aman menggunakan headphone ini sambil tiduran karena tidak takut patah. Kelenturan ini juga menjadikan headphone lebih leluasa dipakai oleh bentuk kepala yang beragam. 

Kelenturan Sharp Wireless Bone Conduction HP-BC50

Perusahaan mengklaim headphone dirancang untuk pengguna yang aktif beraktivitas dan berolahraga. Setelah dicoba, Sharp Wireless Bone Conduction HP-BC50 memang tidak mudah lepas saat digunakan. Gerakan lompat, lari, angguk-angguk dan geleng-geleng kepala tidak membuat headphone ini lepas. Kemungkinan karena bentuk yang diusung menempel dengan baik di luar telinga, tidak seperti earbuds yang berbentuk seperti kacang polong, sehingga mudah tergelincir apabila banyak bergerak. 

Faktor lainnya adalah headphone dipoles dengan finishing matte. Ini tidak akan membuat perangkat licin apabila terkena keringat. Warna hitamnya juga menambah estetika headphone dan tidak mudah kotor.

Namun, pengguna hijab mungkin memiliki dilema saat menggunakan Sharp Wireless Bone Conduction HP-BC50. Sebab jika digunakan di luar hijab, headphone tidak bisa menempel dengan baik karena tidak menjangkau belakang daun telinga. Sementara jika digunakan di dalam, bentuk hijab akan sedikit terganggu di bagian belakang. 

Tombol kanan dan kiri di Sharp Wireless Bone Conduction HP-BC50

Tidak ketinggalan, perusahaan menyematkan dua tombol di kiri dan kanan headphone. Tombol kanan berfungsi untuk menyalakan/mematikan, memutar/menghentikan lagu, pindah ke lagu berikutnya, dan menaikkan volume. Sedangkan tombol kiri berfungsi untuk berpindah ke lagu sebelumnya,  menurunkan volume, voice assistant, serta menjawab/menolak panggilan telepon. 

Pengoperasian dan performa

Cara mengoperasikan Sharp Wireless Bone Conduction HP-BC50 cukup mudah hanya dengan menekan tombol kanan selama 3 detik untuk menyalakan headphone. Lampu indikator berwarna biru akan menyala selama 1 detik dan suara prompt akan memberitahu pengguna bahwa perangkat sudah aktif.

Buka pengaturan Bluetooth di smartphone dan pasangkan dengan headphone dengan nama “HP-BC50 Sharp.” Setelah proses pemasangan selesai, headphone dan smartphone sudah terhubung. Tidak banyak opsi yang ditawarkan di pengaturan Bluetooth smartphone ketika headphone terhubung. Hanya ada dua pilihan, yakni untuk panggilan dan audio.

Sharp Wireless Bone Conduction HP-BC50 dibekali memori internal 2GB. Saya memasukkan 120 lagu ke dalam headphone ini dan masih tersisa sekitar seperempat ruang. Cara menambahkan lagu ke dalam memori sama seperti memasukkan data dari laptop atau komputer ke smartphone, menggunakan kabel USB yang tersedia dalam kotak. Tapi tampaknya headphone harus dalam keadaan Bluetooth yang terhubung selama proses transfer. Sebab berdasarkan pengalaman Saya ketika sedang mentransfer lagu dari laptop, prosesnya terhenti setelah Saya memutuskan hubungan Bluetooth headphone dengan smartphone.

Kabel USB untuk transfer data dan isi daya

Perlu diketahui, ketika dihidupkan headphone secara default berada di mode Bluetooth. Untuk itu, Saya harus beralih ke mode memori internal untuk dapat mendengarkan lagu yang sudah dimasukkan, dengan menekan tombol kanan 3x hingga terdengar bunyi beep 3x. Sedangkan untuk kembali ke mode Bluetooth, klik tombol yang sama 3x hingga terdengar bunyi beep 2x.

Menurut Saya, hadirnya memori internal pada Sharp Wireless Bone Conduction HP-BC50 sangat berguna sebagai opsi mendengarkan lagu. Ketika sedang di jalan dan baterai smartphone menipis, pengguna masih dapat menikmati lagu yang ada di dalam memori internal sebesar 2GB ini sambil menghemat daya smartphone.

Terkait kualitas suaranya, Saya menguji dengan lagu yang sering Saya putar di perangkat audio lain, yakni Venom dari grup Stray Kids. Musik awalnya terdengar enak, namun ketika sampai di bagian bass yang ikonik dalam lagu ini, terasa kurang nendang. Suara treble terdengar lebih mendominasi daripada bass, tapi tidak ada masalah dengan suara vocal-nya.

Tidak meredam bising...

    Share
    ×
    tekid
    back to top