sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id qnap
Selasa, 28 Jan 2020 18:00 WIB

Review Lenovo ThinkPad X395, laptop bisnis praktis

ThinkPad X395 berbeda dengan seri ThinkPad lainnya yang ditenagai oleh prosesor Intel, X395 dipersenjatai oleh prosesor AMD Ryzen.

Review Lenovo ThinkPad X395, laptop bisnis praktis

Laptop yang dirancang untuk kebutuhan bisnis seringnya memiliki bodi berukuran minimalis dan baterai yang tahan lama. Hal ini dirancang demikian untuk kemudahan pengguna saat membawanya. Selain itu baterai berdaya tahan lama juga menjadi poin penting agar laptop tidak harus sering-sering diisi ulang. Kemudian yang tak boleh ketinggalan adalah performa yang bertenaga.

Ketiga faktor penting inilah yang ditawarkan laptop bisnis untuk mempermudah pekerjaan seperti presentasi proyek bersama klien atau skenario lainnya. Salah satu laptop yang hadir khusus untuk keperluan bisnis adalah Lenovo dari keluarga ThinkPad-nya. Model legendaris di versi baru ini hadir dalam seri ThinkPad X395 yang ditenagai oleh prosesor AMD Ryzen. Simak ulasannya hingga tuntas ya Sahabat Tek!

Desain khas ThinkPad, hitam, industrial, minimalis

Lenovo masih tetap mempertahankan dna khas ThinkPad dengan desain minimalis, warna hitam dan kokoh mengotak. Pada seri X395 ukurannya berkisar 312 x 217,2 x 17,8 mm dengan bobot hanya 1,28 kg. Dengan dimensi dan bobot yang dimilikinya, ThinkPad X395 bisa dimasukkan ke dalam ransel saya dengan mudah dan tidak membuat punggung saya cepat pegal.

Ukuran layar X395 adalah 13,3 inci dengan tepian bezel yang tipis di kanan kiri, namun cukup tebal di sisi atas bawah. Lenovo sengaja merancang bezel atas yang cukup lebar agar dapat memuat beberapa komponen seperti kamera beresolusi HD, penutup keamanan kamera (Lenovo menyebutnya sebagai ThinkSutter), dan mikrofon.

Cover ThinkPad X395 dirancang cukup tebal untuk memberikan daya tahan yang baik. Sejatinya, saya bisa membuka cover monitornya menggunakan satu tangan, hanya saja engselnya pada laptop ini cukup berat sehingga seringkali terangkat.

Lenovo merancang X395 dengan material yang kokoh. Engsel layarnya mendukung kemiringan layar hingga 180 derajat, ini memungkinkan kamu mengaksesnya dalam skenario berbeda-beda. Misalnya, ketika laptop diletakkan di tatakan pendingin dengan bidang yang dibuat miring.

Di sisi sebelah kiri, X395 dilengkapi dengan aneka port seperti port USB-C pengisian daya baterai, USB-C (untuk transfer data dan sambungan ke monitor yang mendukung),Native Ethernet Port, USB 3.1 (Gen 1), HDMI, dan jack headphone/mikrofon (combo). Sedangkan di sebelah kanan hanya ada satu port, yakni USB 3.1.

 

Akses intuitif

Trackpad X395 berukuran cukup besar dan memudahkan saya mengontrol kursor atau pointer ketika sedang mengetik. Pasalnya, saya hanya cukup mengakses trackpad menggunakan ibu jari saat mengetik, jari yang lain tidak perlu beranjak dari keyboard. Seperti kebanyakan laptop sejenisnya, trackpad X395 terintegrasi dengan tombol ‘klik kanan’ dan ‘klik kiri’. Inilah salah satu yang menjadikan trackpad tersebut berukuran besar.

Selain trackpad, tersedia pula TrackPoint (benda kecil di tengah keyboard yang dapat digunakan untuk menavigasi kursor). Asiknya TrackPoint ini dilengkapi pula dengan tombol untuk klik kiri atau kanan; yang terletak di bawah tombol spasi. Selain itu, ada pula tombol untuk menggulir halaman di layar saat mengakses TrackPoint. Caranya adalah menekan tombol yang terdapat di tengah-tengah tombol ‘klik kiri’ dan ‘klik kanan’, dan arahkan TrackPoint ke arah yang kamu inginkan. Intinya, TrackPoint dan serangkaian tombol pendukungnya dapat diandalkan ketika kamu sedang tidak menggunakan mouse eksternal

Saya tidak merasakan pegal selama mengetik karena tatakan telapak tangan (palm rest) X395 yang cukup besar. Meski demikian, palm rest tersebut tidak menjadikan keyboard laptop menjadi kecil.

Berbicara seputar keyboard, setiap tombolnya memiliki jarak yang cukup lebar untuk mengurangi risiko menekan dua tombol sekaligus (typo). Desain tombol ini dibuat minim suara sehingga menciptakan suasana yang cukup sunyi ketika mengetik dengan cepat. Seluruh tombol-tombol pada keyboard dirancang kokoh namun mudah ditekan.

Satu lagi yang bikin saya suka pada keyboard X935 adalah bahwa hadirnya tombol FnLock yang berlokasi di sudut kiri atas (menyatu dengan tombol Esc). Tombol ini berguna untuk memilih apakah kamu lebih ingin mengakses langsung tombol-tombol fungsi, seperti kecerahan layar, volume, bluetooth, dan yang lainnya,  atau mengakses tombol F1 hingga F12. Secara default, tombol-tombol tersebut berguna untuk mengakses fungsi. Ketika ingin megakses tombol sebaliknya (F1-F12) secara langsung, kamu harus menekan tombol Fn+FNLock hingga tombol ini menyala.

Tombol Fn berada di pojok kiri kanan bawah, tempat di mana biasanya tombol Ctrl berada. Dengan hadirnya tombol tersebut, saya sering kali salah menekan jika ingin mengakses tombol Control. Meski begitu, ini bukanlah masalah besar, lebih kepada adaptasi hingga terbiasa.

Seperti kebanyakan laptop bisnis premium lainnya, X935 juga dilengkapi backlit untuk membantu mengetik dalam keadaan gelap. Kecerahan lampu pada keyboard dapat diatur dalam dua tingkat. Kamu juga dapat mematikannya jika sedang tidak diperlukan.

Software bawaan

Demi kemudahan akses pengaturan laptop, X395 menawarkan aplikasi bernama Lenovo Vantage. Aplikasi ini menyajikan beberapa pengaturan seperti System Update, Hardware Settings, Hardware Scan, dan lain-lain. Antarmuka yang diberikan cukup intuitif karena disusun berdasarkan akses yang sering digunakan.

Ketika saya memilih pilihan Hardware Settings, akan ada sub-kategori seperti Power untuk melihat status baterai dan hal yang berkaitan dengan power saving (hemat daya), Audio/Visual untuk mengatur kecerahan layar dan temperatur warna. Ada pula Automatic Eye Care Mode yang secara otomatis mengaktifkan Eye Care berdasarkan lokasi dan waktu waktu matahari terbit dan terbenam. Ada pula pengaturan kamera untuk kontras dan kecerahannya.

Dalam hal suara, ada dukungan Dolby Audio yang menyertakan beberapa preset seperti Dynamic, Movie, Music, Gaming, dan Voice. Pilih salah satu preset tersebut agar keluaran suara lebih optimal pada aplikasi yang sedang digunakan. Jika kamu ingin lebih praktis tanpa memilih preset secara manual, aktifkan pilihan ‘Application-Based’.

Di sini kamu juga dapat mengatur optimalisasi untuk mikrofon seperti Voice recognition, Only my voice, Normal, dan Multiple voices. Ini berguna ketika kamu sedang melakukan penggilan video dan sistem akan berusaha menghadirkan suara optimal sesuai opsi yang dipilih. Oiya, kamu juga dapat mengurangi suara berisik keyboard agar tidak terlalu tertangkap oleh mikrofon dengan mengaktifkan mode ‘Suppress Keyboard Noise’.

    Share
    back to top