Review QSANXCube XN3002T

QSAN XCube XN3002T, NAS mini ini cocok buat memulai usaha

Memiliki total tiga drive bay, QSan XCUBENAS XN3002T ternyata dapat menampung kapasitas maksimal 50TB.

QSAN XCube XN3002T, NAS mini ini cocok buat memulai usaha QSan XCUBENAS XN3002T

Berbicara mengenai Network Attached Storage (NAS) untuk kantoran, biasanya yang pertama kali terlintas adalah sebuah rak server bertumpuk. Tentunya NAS jenis ini memakan banyak tempat, terlalu teknis, belum lagi harga yang tinggi juga membuat orang takut untuk membelinya.

Tidak heran, para pemilik kantor atauusaha yang baru berdiri tidak terpikir untuk membeli NAS. Sebenarnya, ada beberapa produsen lain yang memiliki solusi NAS murah kantoran di Indonesia, seperti QNAP dan Synology. Namun, ada satu produsen lain yang menawarkan NAS mereka di Indonesia. NAS ini adalah QSAN. Nah, pada kesempatan kali ini tim Tek.id menguji salah satu produk mereka yakni, XCUBENAS XN3002T. 


BACA JUGA

Nvidia GTX 1660 , pilihan masuk akal buat gaming di resolusi 1080

Apa bedanya bermain di layar 240Hz, 144Hz, dan 60Hz

Corsair Carbide 678C, casing buat sultan yang anti bising


Punya 3 Drive Bay Namun Tetap Ringkas

Desain QSAN XCUBENAS XN3002T bisa dibilang sangat futuristik. Perpaduan warna abu-abu dan hitam menjadi unik dalam balutan desain manis. NAS ini terlihat mengusing desain industrial yang kental.

NAS ini memiliki total 3 drive bay, dua drive di bagian depan dan dapat menampung HDD 3,5 inci. Sedangkan satu lagi terdapat di bagian kiri depan, yang mengharuskan pengguna membuka cover bagian kiri.

Untuk membukanya, saya harus menggunakan sebuah kunci khusus. Kunci tersebut terbuat dari plastik berwarna hijau terang. Saya pun harus berhati-hati pada saat ingin menggunakannya.

Untuk membuka dua drive bay di bagian depan, pengguna tinggal memasukkan kunci di lubang bagian depan. Kemudian, mereka tinggal menekan bagian bawah dan kedua drive bay bisa dilepas untuk pemasangan HDD atau SSD.

Sedangkan untuk bagian kiri, agak sedikit memusingkan. Pertama, pengguna harus mencari sebuah tombol di bagian kiri perangkat. Lalu, tekan tombol tersebut dengan kunci, kemudian tarik penutup di bagian kiri.

Saat pertama kali melepasnya pengguna juga akan melihat sebuah slot RAM tambahan. Kemudian, di bagian kiri depan atas NAS, terdapat satu drive bay yang hanya muat untuk SSD atau HDD 2,5 inci.

Oh iya, untuk konektivitas, pengguna QSAN XCUBENAS XN3002T memiliki cukup banyak pilihan. Di bagian depan, terdapat sebuah USB 3. Sedangkan di bagian belakang terdapat dua USB 3 dan dua USB 2. Tak ketinggalan, terdapat juga dua LAN RJ45 1 GBps serta sebuah slot HDMI.

Kemampuan yang Cukup Mumpuni

Karena didesain untuk usaha kecil menengah maupun startup, spesifikasi yang disematkan pun bisa dibilang menengah. Meski demikian, performa yang didapatkan oleh NAS ini bisa mumpuni.

QSAN XCUBENAS XN3002T memiliki prosesor Intel Celeron Quad-Core dengan RAM sebesar 4GB. Tapi, seperti sudah saya singgung sebelumnya, NAS ini memiliki satu slot tambahan sehingga total maksimal RAM yang dapat dimasukkan sebesar 8GB.

Untuk kapasitas penyimpanan, saya pun kembali merasa dibatasi. QSAN mengatakan, total penyimpanan yang dianjurkan adalah hingga 50TB saja. Pengguna dapat menggunakan dua HDD atau SSD sebesar 14TB, khusus untuk di bagian depan.

Sedangkan untuk slot khusus SSD, pengguna hanya dapat memasukkan SSD dengan maksimal berkapasitas 2TB saja. Perlu diingat, pengguna akan mendapatkan total 50GB jika mereka melakukan pengaturan RAID 0 saja.

Lantas, bagaimana dengan kemampuan QSAN XCUBENAS XN3002T? Saya pun cukup terkesan dengan kemampuan dari NAS ini. Saat digunakan empat komputer sekaligus, dengan RAM sebesar 4GB, penggunaanya hanya 60 persen saja. Begitu juga dengan Prosesor, yang penggunaanya sekitar 40 persen saja.

Kecepatan unggah dari NAS ini sebenarnya dapat mencapai 1GBps. Namun, saya menggunakan beberapa skenario. Skenario pertama menggunakan WiFi 5GHz dan menggunakan LAN.

Saat menggunakan WiFi 5GHz, kecepatan unggah mencapai 4,88MB/s. Sedangkan pada saat menggunakan kabel LAN, kecepatannya mencapai 24,2MB/s. Kemudian, kecepatan unduh saat menggunakan WiFi mencapai 2,1MB/s, dan 22,8MB/s saat menggunakan LAN.

Sepertinya, yang menjadi limitasi dari kecepatan transfer ini adalah router yang saya gunakan. Untuk mendapatkan performa maksimal, pastikan Anda menggunakan router yang memiliki kecepatan transfer data tinggi.

Tampilan Antarmuka masih biasa

Tampilan minimalis pun kembali saya temukan pada saat masuk ke dalam tampilan menu QSAN XCUBENAS XN3002T. Oh iya, untuk menemukan NAS ini pada jaringan, pengguna dapat mengunjungi situs khusus yang bernama find.qsan.com.

Meskipun terlihat sangat minimalis, namun apa yang saya rasakan malah terasa sangat datar. Tidak ada sentuhan tambahan, seperti yang saya temukan di dua pesaingnya. Namun, harus diakui, tampilan ini cukup mudah untuk bernavigasi.

Sedangkan untuk aplikasi bawaan, saya hanya menemukan total tujuh aplikasi. Pemasangan aplikasi lain pun saya rasa cukup menyulitkan, tidak seperti dua pesaingnya yang dapat terpasang hanya dengan beberapa kali klik saja. Untuk di QSAN ini, pengguna tidak banyak menemukan pilihan fitur tambahan. Kami harus mengunjungi situs QSAN resmi untuk menemukan software QSAN tambahan, kendati begitu di sana tidak memberikan opsi download. Kemungkinan, perlu menghubungi costumer service apabila ingin menambahkan fitur ke dalam NAS ini.

Kesimpulan : Buat usaha kecil menengah

Dibanderol dengan haraga Rp7 juta-an, QSAN XCUBENAS XN3002T cukup cocok digunakan oleh para pengusaha pemula. Pasalnya desain NAS ini yang sangat industrial, cocok untuk diletakkan di kantor.

Sayang, ada beberapa limitasi yang harus dialami oleh para pengguna. Salah satunya adalah besaran total penyimpanan yang hanya 50TB. Padahal beberapa NAS pesaingnya dapat menawarkan kapasitas yang lebih besar.

Harganya pun tidak dapat dibilang murah. Apa lagi, mengingat pengguna harus membeli HDD dan SSD mereka secara terpisah.

QSAN XCUBENAS XN3002T
Bagus ...
  • Desain Industrial
  • Mudah Digunakan
  • Port I/O melimpah
Kurang ...
  • Cukup Mahal
  • Tampilan Antarmuka Terlalu Biasa
  • Beberapa Bagian Susah Untuk Diakses
Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: