sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id samsung
  • partner tek.id realme
  • partner tek.id oppo
Rabu, 26 Sep 2018 17:13 WIB

Monitor gaming ini mampu tangani gerakan cepat

Karena masuk ke dalam seri Republic of Gamers (ROG), tentunya monitor ini ditujukan untuk para gamer.

Monitor gaming ini mampu tangani gerakan cepat

Asus ROG Strix XG32VQ didesain secara melengkung dengan ukuran panel layar 32 inci. Karena masuk ke dalam seri Republic of Gamers (ROG), tentunya monitor ini ditujukan untuk para gamer. Dengan demikian, XG32VQ memiliki fitur pendukung untuk bermain gim, seperti refresh rate 144 Hz, FreeSync, dan lain-lain.

Desain

Kokoh. Itulah hal pertama yang ada di dalam benak saya ketika pertama kali melihat monitor Asus XG32VQ. Hal ini, salah satunya, berkat peyangga miliknya yang terbuat dari bahan logam tebal.

Penyangga tersebut dilengkapi dengan tiga kaki. Jadi, sepintas, saya melihatnya mirip baling-baling pesawat. Ketiga kaki penyangga dibuat agak tinggi di bagian tengah sehingga yang menyentuh dasar hanya bagian ujung kaki peyangga. Dengan demikian, monitor terlihat lebih tinggi. Agar tidak terlalu memakan tempat, kaki peyangga bagian belakang sengaja dibuat lebih pendek dibandingkan dengan kaki peyangga lainnya.

Meski sangat kokoh dan berat, cukup mudah untuk memasang kaki peyangga ke monitor. Saya tidak perlu menggunakan obeng atau sejenisnya karena Asus telah mendesain leher monitor sedemikian rupa, sehingga cukup menggunakan koin atau memutarnya tanpa bantuan apapun menggunakan tangan. Praktis bukan?

Sebelumnya, saya mengatakan layar monitor menjadi agak lebih tinggi ketika telah dipasangkan kaki peyangga, namun Anda tidak perlu khawatir. Pasalnya, leher monitor dilengkapi mekanisme yang menjadikan tinggi layar monitor dapat disesuaikan hingga 10 cm. Selain itu, Anda juga dapat memutar layar hingga 50 derajat ke kiri atau ke kanan, dan mengarahkannya ke atas dan ke bawah (tilt) hingga 20 derajat. Di sisi bawah leher peyangga, ada lampu yang dapat memproyeksikan logo khas ROG ke arah bawah. Dengan demikian, rasa sangar akan lebih mengena.

Asus menjejalkan aneka antarmuka port konektivitas di bagiang belakang ROG Strix XG32VQ yang berupa jack earphone 3,5 mm, HDMI, USB 3.0, DisplayPort 1.2, dan MiniDisplayPort. Namun Anda tidak perlu khawatir akan terjadi kekusutan juntaian kabel ketika seluruh port digunakan. Pasalnya, monitor ini dilengkapi dengan cover penutup pada bagian belakangnya agar terlihat rapi.

Selain itu, kabel-kabel dapat dimasukkan melalui leher peyangga yang menyalur langsung ke port antarmuka.

Bezel ROG Strix XG32VQ terbilang kecil, namun bukan yang terkecil di kelasnya. Dalam kondisi mati, tepian layar memang terlihat tipis. Tetapi, ketika monitor dinyalakan, bezel bagian dalam akan terlihat. Selain meningkatkan nilai estetika, bezel tipis juga dapat menguntungkan jika Anda ingin bermain gim secara multi-monitor karena minim gangguan jeda antar-bezel.

Fitur dan pengoperasian

Sebagai monitor gaming, XG32VQ mengantongi aneka fungsi agar pengalaman bermain gim lebih asik. Kebanyakan gim menampilkan adegan gerakan cepat. Oleh karena itu, monitor dilengkapi dengan refresh rate tinggi, 144 HZ. Tidak ketinggalan pula, rentang warna lebar sRGB 125 persen. Fitur ini menjanjikan tampilan warna lebih banyak dibandingkan dengan monitor konvensional.

Jika Anda memiliki kartu grafis AMD, maka XG32VQ cocok bagi Anda karena monitor ini disematkan teknologi AMD FreeSync. Sebagai informasi, teknologi tersebut bertujuan untuk melakukan sinkronisasi antara refresh rate kartu grafis dan monitor. Dengan demikian, Anda tidak akan mengalami gangguan tearing atau “patah-patah’ ketika bermain gim. Namun, tidak semua kartu grafis AMD mendukung teknologi tersebut, hanya sebagian besar saja

Demi menghadirkan ruang pandang yang lebih lebar dan lebih mudah dilihat, monitor ini dibuat melengkung oleh Asus. Tingkat kelengkungannya adalah 1800R. Artinya adalah jika monitor ini dijejerkan dengan model yang sama, akan menghasilkan lingkaran dengan diameter 1,8 meter. Meski belum mengusung resolusi 4K, Asus ROG Strix XG32VG masih memiliki resolusi tinggi dengan 2.560 x 1.440 piksel.

Ketimbang menggunakan panel IPS, Asus melengkapi panel layar pada XG32VQ menggunakan teknologi Vertical Alignment (VA). Karena panel layar VA terkenal akan performa refresh rate-nya yang tinggi, pemilihan panel tersebut saya rasa cocok untuk sebuah monitor gaming. Namun, meski sudur pandang VA tidak sebagus IPS, warna pada layar monitor tetap terlihat tajam jika saya lihat dari samping.

Lagipula, secara umum oranng bermain gim berada tepat di depan layar monitor. Mungkin, kondisi tersebut akan memiliki cerita berbeda ketika monitor digunakan untuk menonton film.

Jika Anda melihat sisi tepi sebelah kanan monitor, ada icon untuk akses pengaturannya. Sepintas, saya kira icon tersebut dilengkapi sensor, sehingga cukup menyentuhnya untuk melakukan pengaturan.

Ternyata, icon itu adalah tanda dari beragam tombol di bagian belakang. Seluruh tombol itu berjumlah lima, termasuk tombol daya dan joystick 5 arah. Saya suka penerapan joystick oleh Asus pada monitor karena akses pengaturan menjadi sangat mudah ditambah dengan antarmuka yang intuitif.

Kemudahan akses kontrol juga hadir berkat jalan pintas tombol GameVisual dan GamePlus. Pintasan tombol GamesVisual memungkinkan Anda memilih delapan mode preset: Scenery Mode, Racing Mode, Cinema Mode, RTS/RPG Mode, FPS Mode, sRGB Mode, MOBA Mode, dan User Mode. Seperti nama mode-nya, pilihan preset tersebut dapat Anda pilih tergantung masing-masing jenis gim.

Pilihan User Mode memungkinkan Anda mengatur Brightness, Contrast, Saturation, dan sebagainya secara manual. Sementara GamePlus menawarkan tool untuk pengalaman lingkungan bermain gim yang lebih baik. Fungsi ini menghadirkan beberapa tampilan pendukung seperti Crosshair, Timer, dan FPS Counter. Dari beberapa tampilan, saya menyukai tipe Crosshair yang sangat membantu ketika bermain gim perang.

Performa

Untuk mengujinya, saya menggunakan benchmark HD HQV lewat Blu-ray player. Rintangan pertama monitor ROG Strix XG32VQ adalah Video Resolution Loss Test. Hasilnya memuaskan. Gerakan konten tampil stabil tanpa gangguan filcker. Selanjutnya adalah Film Resolution Loss Test. Pada pengujian ini, monitor tidak mampu menampilkan konten gambar secara utuh. Saya melihat monitor yang berukuran 32 inci tersebut tersandung gangguan moire.

Ketajaman detail terlihat unggul ketika XG32VQ melangkahi uji coba Noise Reduction Test. Gejala tampilan grain hampir tidak terlihat ketika monitor menyalurkan keadaan sore hari yang mana skema tersebut sangat rentan terhadap tampilan noise, saya puas dengan hasilnya.

Pengujian terakhir adalah Diagonal Filter. Sayangnya, saya melihat ada garis diagonal yang tampil tidak mulus pasa kemiringan 20 derajat.

Setelah menguji menggunakan benchmark, saya juga menjajal keunggulannya dengan bermain gim. Kobaran api pada gim Tom Clancy's The Division terlihat mulus dengan warna memikat. Jika ketika menjalani uji coba Diagonal Filter dalam benchmark HD HQV monitor tidak mampu menampilkan garus diagonal yang mulus, selama bermain gim, momok tersebut tidak saya rasakan. Saat berlari di tengar reruntuhan kota sambil melihat keadaan sekitar dengan cepat, monitor mampu menangani gangguan blur karena gerakan cepat.

Ini berkat panel layar VA dan refresh rate tinggi pada monitor. Namun, XG32VQ kurang mampu menampilkan warna hitam yang pekat. Pada beberapa adegan, tingkat kehitaman terlihat lebih condong ke warna abu-abu.

Selain bermain gim, saya juga menguji monitor untuk menonton film Avatar menggunakan Blu-ray player. Awalnya, saya berpikir preset gambar Cinema Mode adalah yang paling cocok untuk menonton film. Tetapi, mode gambar tersebut tidak mampu menjaga detail dengan baik karena menampilkan warna hitam yang dipaksakan, sehingga ketajaman di area gelap dikorbankan.

Saturasi warnanya terlalu pekat, sehingga tingkat detail daun-daun di pepohonan hutan planet Pandora agak menurun. Oleh karena itu, saya menggunakan mode gambar User agar dapat mengatur warna lebih optimal.

Saya menyukai panel layar Monitor Asus XG32VQ menggunakan tipe anti-pantul. Jadi, selama bermain gim ataupun menonton film, saya tidak terganggu dengan pantulan cahaya yang datang dari lampu ataupun jendela pada siang hari. Sayangnya, monitor ini tidak dilengkapi dengan integrasi speaker yang mengharuskan saya menggunakan headphone atau speaker tambahan ketika bermain gim atau menonton film.

Kesimpulan

Setelah mengujinya untuk bermain gim dan menonton film, saya merasa layar lengkung monitor XG32VQ lebih cocok ketika digunakan saat bermain gim. Pasalnya, rasa waspada saat bermain gim akan lebih intens.

Saya hanya perlu melirik untuk melihat keadaan sekitar. Namun balik lagi ke awal, monitor ini memang dikhususkan untuk bermain gim dibandingkan untuk menonton film, walaupun Asus menawarkan Cinema Mode.

Tingkat warna hitam pada monitor yang kurang pekat terkadang menjadikan pengalaman bermain gim menjadi kurang optimal. Apalagi, gim tersebut sebagian besar menampilkan adegan kondisi cahaya minim atau malam. Sekali lagi, pemilihan panel VA menurut saya adalah keputusan tepat karena andal menangani konten bergerak cepat pada gim atau film.

 
Asus ROG Strix XG32VQ
Bagus ...
  • Gerakan cepat bagus
  • Warna pekat
  • Detil jelas
Kurang ...
  • Tidak ada speaker
  • Performa warna hitam kurang pekat
Share
×
tekid
back to top