Review Gigabyte RTX 2060 Super Gaming 8G

Gigabyte RTX 2060 Super Gaming 8G, peningkatan performa nyata

Selama pengujian, Gigabyte RTX 2060 Super Gaming 8G berhasil mengalahkan skor dari pendahulunya, yakni RTX 2060 dengan cukup signifikan.

Gigabyte RTX 2060 Super Gaming 8G, peningkatan performa nyata

Menjadi generasi penerus biasanya merupakan sebuah hal yang cukup berat. Hal ini dikarenakan generasi baru ini diharapkan untuk memiliki performa yang lebih baik jika dibandingkan dengan pendahulunya.

Hal ini juga berlaku untuk GPU. Apakah RTX 2060 Super milik Nvidia memiliki kemampuan yang lebih baik jika dibandingkan dengan RTX 2060?


berita tentang tek.id

BACA JUGA

D-Link DIR-842, sudah dapat WiFi 5GHz MU MIMO di bawah Rp1 juta

Review ZenFone 6, kami menyukainya

Review Black Shark 2 Pro, auto chicken dinner?


Nah, dalam ulasan kali ini, saya akan membahas perbedaan kemampuan antara RTX 2060 dengan RTX 2060 Super. Kebetulan, versi GPU yang masuk ke redaksi Tek.id adalah milik Gigabyte, yakni RTX 2060 Super Gaming OC 8G.

Oh iya, bagi kalian yang penasaran dengan hasil benchmark kami terhadap RTX 2060, silahkan kunjungi tautan berikut RTX 2060. Di ulasan ini, saya akan lebih fokus ke RTX 2060 Super.

Ada beberapa perbedaan diantara kedua GPU ini. Untuk RTX 2060, Nvidia menggunakan inti Turing TU 104. Sedangkan untuk RTX 2060 Super sudah menggunakan Turing TU 106. Jika melihat kodenya, seharusnya performa dari GPU ini lebih menyamai kemampuan RTX 2070.

RTX 2060 Super akan memiliki total 13,600 juta transistor, sedangkan di sisi lain RTX 2060 hanya menampilkan 10,800 juta transistor. Hal ini akan membuat RTX 2060 Super jauh meninggalkan pendahulunya.

Kecepatan prosesor GPU RTX 2060 Super ada diantara 1470 MHz (standar) hingga 1650MHz (boost). Sedangkan RTX 2060 memiliki kecepatan 1605MHz (standar) hingga 1770 (boost). Seperti dapat dilihat, kecepatan boost dari RTX 2060 sedikit lebih tinggi.

Keduanya sama-sama menggunakan BUS dengan lebar 256 bit, dengan kecepatan Memory 1400MHz. Keduanya juga sama-sama menggunakan memory GDDR6 dengan VRAM sebesar 8192MB. Tak ketinggalan, keduanya juga sudah mendukung DLSS, Ray Tracing, G-SYNC, Vulkan, dan lainnya. 

Sedangkan untuk penggunaan daya, RTX 2060 Super hanya membutuhkan persyaratan PSU 550W meski memiliki tenaga yang lebih besar. Sedangkan RTX 2060 meminta pengguna untuk memiliki PSU setidaknya sebesar 650W.

Sebelum membicarakan mengenai performa, ada baiknya kita melihat apa saja yang dibawa oleh Gigabyte untuk menjinakkan GPU tersebut.

Hal pertama yang terlihat jelas adalah penggunaan tiga kipas Wind Force di perangkat ini. Meski RTX 2060 tidak menghasilkan panas yang cukup tinggi, namun tampaknya Gigabyte ingin memberikan sistem pendinginan terbaik untuk menjaga performa dari GPU tersebut.

Tiga kipas ini akan mendinginkan heat sink yang cukup besar. Di bagian ujung GPU ini, terlihat bahwa Gigabyte menyematkan total empat heat pipe yang cukup besar di RTX 2060 Super ini.

Untuk memastikan GPU ini tidak kekurangan daya pada saat di overclock, Gigabyte pun menyematkan power port 6+8 pin. Hal ini dilakukan agar GPU dapat menarik daya lebih banyak saat para penggunanya mencoba untuk mendapatkan performa yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan versi standar mereka.

Sedangkan di bagian belakang GPU, terdapat sebuah backplate. Gigabyte terus menyematkan fitur ini demi membuat GPU mereka lebih tahan terhadap tekanan saat dikirimkan dan juga saat penggunaan. Selain itu, backplate ini juga memiliki fungsi lain, yang akan saya jelaskan pada saat pengujian performa.

Oh iya, tak ketinggalan ada juga pencahayaan RGB di GPU ini. Pengguna dapat mengkostumisasi RGB tersebut melalui software RGBFusion 2.0.

Pengguna juga dapat mengutak-atik GPU Gigabyte mereka melalui software Aorus Engine. Sejujurnya, tampilan dari perangkat lunak tersebut sangat standar, namun cukup powerfull untuk melakukan overclock ringan.

Tapi, menurut saya ada satu fitur yang sangat menarik dari software ini, yakni GPU Boost dengan melakukan auto scan. Software ini akan menganalisa sistem dan secara otomatis mengaplikasikan profil overclock.

Saya pun tertarik untuk mencoba fitur ini. Dan benar saja, setelah melakukan analisa selama kurang lebih 10 menit, saya mendapatkan peningkatan performa di angka 18 persen dari kecepatan standar kartu tersebut.

Cara kerja dari software ini kemungkinan besar adalah dengan melakukan beberapa analisa, seperti menaikkan voltase dan kecepatan GPU, sembari mengecek suhu dari GPU tersebut. Pengguna pun akan mendapatkan pengaturan overclock tanpa harus khawatir merusak GPU mereka dalam pemakaian jangka panjang.

Oke, sudah cukup basa-basinya. Sekarang, kita langsung saja membahas performa dari Gigabyte RTX 2060 Super.

Dalam pengujian pertama, saya akan membandingkan hasil benchmark sintetis, seperti 3DMark Fire Strike, Time Spy, dan Port Royale. Untuk membuat hasil test adil, kami menggunakan prosesor Intel Core i9 9900K, motherboard MSI MAG Z390 Tomahawk, serta RAM Corsair Vengeance LPX 3200 (2x8GB).

Dan seperti dugaan saya, ada peningkatan yang cukup drastis jika dibandingkan dengan pendahulunya. Setelah melakukan pengetesan 5 kali berturut-turut per pengetesan, saya pun mendapatkan hasil yang cukup solid.

Perlu diperhatikan, nilai dibawah adalah nilai Graphics score, bukan nilai total score. Selain itu, nilai yang terpampang adalah nilai rata-rata dari 5 kali pengujian.

Seperti dapat dilihat, hasil skor RTX 2060 Super dapat mengalahkan skor dari RTX 2060. Sedangkan saat dibandingkan dengan RTX 2080 Ti, skornya terpaut cukup jauh.

Sedangkan di sisi pengujian Ray Tracing menggunakan benchmark Port Royale, terlihat jelas bahwa tren skor yang terjadi tetap sama. RTX 2060 Super tetap mengungguli RTX 2060, dan tertinggal cukup jauh dari RTX 2080 Ti.

Beralih ke gim, awalnya saya mencoba untuk melakukan pengetesan menggunakan resolusi 1080p. Tapi, mengingat skor dari GPU ini cukup tinggi, saya pun mencoba memainkan gim di resolusi 1440p.

Hasilnya? Ternyata, semua gim yang saya mainkan di resolusi tersebut dapat dilibas rata kanan oleh GPU tersebut. Semua gim berhasil dimainkan di atas 60 fps, sementara temperatur dari GPU ini sangat terjaga.

Seperti yang dapat dilihat dari hasil diatas, meski saya dapat menjalankan gim tersebut diatas 60 fps, namun panas yang dihasilkan oleh GPU RTX 2060 Super milik Gigabyte ini tidak pernah menyentuh angka di atas 76 derajat celcius.

Tiga kipas yang ada di GPU ini dapat dengan cepat mendinginkan heat sink dan heat pipe yang langsung menyentuh ke inti GPU. Sedangkan backplate yang terdapat di bagian belakang GPU juga memiliki andil untuk mendinginkan GPU.

So, apakah saya merekomendasikan Gigabyte RTX 2060 Super Gaming OC 8GB? Jawabannya adalah sangat saya rekomendasikan, apa lagi jika kalian belum mengganti GPU selama tiga tahun terakhir.

Namun, bagi kalian yang sudah memiliki RTX 2060, sebaiknya kalian tidak terburu-buru untuk menggantinya. Hal ini dikarenakan performa yang didapatkan tidak jauh berbeda, terlebih pada saat ada di dalam gim. Perbedaannya hanya sekitar 5 persen saja.

Tapi, meskipun kecil tetap saja peningkatan performa merupakan sebuah hal yang cukup baik untuk para gamer yang masih bingung memilih antara RTX 2060 atau RTX 2060 super. Tapi, jika kalian memiliki uang lebih, mungkin kalian bisa membeli RTX 2080 Ti.

Sedangkan saat berbicara mengenai harga, Gigabyte RTX 2060 Super dijual di kisaran Rp7,3 juta-an. Sedangkan RTX 2060 saat ini memiliki harga Rp5,8 juta-an.

 
Gigabyte RTX 2060 Super Gaming 8G
Bagus ...
  • Dingin
  • Performa TInggi
  • Software Untuk GPU Mudah Digunakan
Kurang ...
  • Harga Cukup Mahal

 

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: