sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id advo
Senin, 25 Sep 2017 14:29 WIB

Samsung masih nomor 1 di Indonesia, walau tetangga di bawah sangat berisik

Sempat diterpa kegagalan produk Galaxy Note 7, Samsung come back gemilang.

Pangsa pasar smartphone Indonesia masih dikuasai Samsung, walau tetangga di bawahnya sangat berisik. Smartphone asal Korea Selatan ini begitu kuat mengisi ceruk-ceruk pasar, dari kelas entry level sampai premium.

Vebbyna Kaunang, Marketing Director IT & Mobile Samsung Indonesia, dengan percaya diri membeberkan peningkatan signifikan market share Samsung di Indonesia. Vebbyna mengatakan, peningkatannya naik dari tahun lalu 40% menjadi 51%.

Sayang, Vebbyna belum mau berbagi angka pangsa pasar smartphone premium yang sudah digenggamnya di Indonesia. Dia mengambil contoh dari pre order Samsung Galaxy Note 8 yang baru diluncurkan hari ini, Senin (25/9). 

"Pre-order Galaxy Note 8 antusiasnya jauh lebih besar dari Galaxy Note 7. Saya enggak bisa ngasih angkanya. Yang pasti intensinya luar biasa baik," katanya. Hal itu, tentu saja, tak mengejutkan karena Note 7 memang produk gagal.

Ditanya soal racikan strategi Samsung agar tetap berkibar di Indonesia, Vebbyna menjelaskan. "Yang paling penting dari kami adalah mengerti apa yang dibutuhkan konsumen. Untuk di Indonesia, seperti yang rekan-rekan tahu, kami hadir di beragam segmen. Kami mengisi tiap ceruk segmen dengan fitur unggulan."

Dia mengakui, ragam keinginan dan kebutuhan konsumen di sini banyak sekali. "Saat kami menentukan harga produk, kami melakukan berbagai riset. Semua itu (harga: red) ditentukan dari value yang dirasakan konsumen. Apa yang kami tawarkan adalah apa yang paling tepat untuk mereka," ujar Vebby.

Fans Samsung tidak surut

Meski diterpa kegagalan produk Galaxy Note 7 tahun lalu, Samsung Galaxy Note tidak kekurangan penggemarnya. Memang, setelah peristiwa tersebut, Samsung langsung menarik semua produk yang sudah beredar di pasar. 

Dimintai keterangan tentang persoalan tersebut, Vebby menjelaskan. "Hal itu jadi pelajaran besar buat kami. Kami akhirnya melibatkan R&D internal dan rekan eksternal kami. Akhir Januari dan awal Februari, kami mengumumkan satu standar baru untuk menetapkan kualitas perangkat kami. Untuk baterai, kami menetapkan 8 poin cek untuk semua baterai yang kami produksi. 8 poin cek ini jauh di atas standar industri."

Justru, kata Vebby, setelah peristiwa Galaxy Noet 7, pengguna jadi sangat loyal dan menunggu peluncuran Galaxy Note 8. Pengguna mampu melihat dari sisi positif. "Apa yang kami lakukan kemarin di Note 7, dengan menarik kembali, tidak membiarkan hal itu berlarut-larut dan memberi tahu apa yang menjadi masalahnya, membuat mereka semakin loyal dengan Note," katanya.

Begitu juga ketika disinggung soal harga Samsung Galaxy Note 8 yang menyentuh angak Rp12,9 juta. Hal itu juga diakui Samsung tidak mengganggu penjualan.

"Melihat animo konsumen terhadap pre-order, saya rasa konsumen bisa menilai dengan baik bahwa apa yang kami tawarkan bernilai lebih. Jadi, tidak bisa dilihat dari spesifikasi apa, dengan harga berapa. Tapi nilai apa yang diberikan smartphone tersebut. Yang kami berikan di sini full experience. Jadi bukan sekadar hardware," ujarnya.

Samsung resmi merilis Samsung Galaxy Note 8 di Indonesia hari ini. Hadir dengan fitur unggulan, layar infinity beresolusi Quad HD+Super AMOLED, smartphone ini dihargai Rp12.999.000.

Share
back to top