Ini dia jajaran laptop Intel Project Athena

Percaya atau tidak, saat ini ternyata sudah ada setidaknya 13 laptop yang sudah mendapatkan sertifikasi Project Athena milik Intel.

Ini dia jajaran laptop Intel Project Athena

Para penggemar teknologi saat ini sedang menantikan kehadiran laptop yang tergabung dalam Project Athena yang dilakukan oleh Intel. Belakangan diketahui, beberapa laptop akan segera diluncurkan dalam waktu dekat ini.

Namun, sebelum saya membongkar vendor mana saja dan laptop apa saja yang sudah mereka persiapkan, perkenankan saya menjelaskan sedikit mengenai Project Athena. Intel pertama kali menggalakan hal tersebut pada acara Consumer Electronic Show (CES) 2019, yang diadakan awal tahun lalu.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Intel dorong transformasi digital di bidang pendidikan Indonesia

Intel perkenalkan jajaran GPU Intel Xe

Intel pamer kecepatan video editing gunakan Core i7 generasi 10


Sebenarnya, proyek ini seperti perpanjangan tangan dari Project Ultrabook yang diluncurkan Intel 2012 silam. Hal ini akan membuat pengalaman pengguna di ranah laptop akan kembali menyenangkan.

Tapi, untuk masuk ke dalam ‘keanggotaan’ Project Athena, ada beberapa hal yang harus dipenuhi oleh para vendor. Hal tersebut mencakup 3 acuan penting : focus, always ready, dan adaptive. 

Turunan dari acuan tersebut terbagi lagi menjadi 6 kategori, yakni instant action, performance and responsiveness, intelligence, battery life, connectivity, dan form factor. 

Ada juga peraturan untuk menggunakan prosesor Intel generasi ke-10 sebagai tulang punggung performa. Laptop tersebut juga harus menggunakan prosesor minimal Core i5 atau Core i7, dengan ram minimal 8GB dual-channel, dan penyimpanan SSD berkapasitas minimal 256GB yang didukung oleh teknologi Intel Optane.

Implementasi AI juga masuk dalam kategori. Selain itu, laptop Project Athena juga harus irit daya, minimal bisa bertahan selama 9 jam dan bisa diisi ulang secara cepat melalui teknologi fast charging.

Konektivitas juga hal yang penting. Para vendor harus membekali konektivitas Wi-Fi 6 yang memiliki kecepatan transfer data lebih dari 1Gbps, Thunderbolt 3, dan USB-C.

Lantas, siapa saja yang terlibat dalam Project Athena ini? Untuk menjawab hal ini, kita harus kembali ke acara IFA 2019 lalu. Dalam acara tersebut, Intel mengklaim sudah ada 100 perusahaan yang terlibat.

Namun, dari total perusahaan tersebut, hanya ada total sembilan vendor laptop saja yang sudah mendaftarkan diri untuk ikut mengembangkan Project Athena. Kesembilan perusahaan tersebut termasuk Acer, Asus, Dell, HP, Lenovo, Microsoft, Samsung, Sharp, dan juga Google.

Ya, Google juga termasuk dalam Project Athena. Kemungkinan besar karena Chromebook bisa memiliki semua kriteria yang diinginkan oleh Intel.

Seo, bagaimana dengan laptop yang sudah tersertifikasi? Apakah sudah ada produk nyata saat ini? Dan jawabannya sudah ada.

Acer, Dell, HP, dan Lenovo merupakan empat vendor pertama yang mendapatkan sertifikasi dari Intel. Keempat laptop yang dimaksud adalah Swift 5 milik Acer, XPS 13 2-in-1 dan inspiron 14 milik Dell, Envy 13 Wood Series milik HP, serta Yoga S940 milik Lenovo.

Kemudian, pada gelombang kedua, ada lima laptop yang sudah mendapatkan sertifikasi. Keempat laptop tersebut adalah EliteBook X360 1040, EliteBook X360 1030 dan juga EliteBook X360 830 milik HP, Latitude 7400 2-in-1 milik Dell, serta ThinkPad X1 milik Lenovo.

Beberapa laptop lain juga bermunculan. Lenovo misalnya, mendapatkan dua laptop lain yang diakui oleh Intel, yakni Yoga S740 dan Yoga C940. HP juga memiliki satu laptop tambahan yang juga baru-baru ini mendapatkan sertifikasi Intel, yakni HP Elite Dragonfly.

Meski begitu, jumlah ini akan terus meningkat seiring semakin solid-nya ekosistem pendukung untuk menciptakan laptop yang sempurna menurut Intel. Sayang, hingga saat ini Intel masih enggan memberikan pernyataan mengenai seberapa banyak target yang mereka inginkan hingga akhir tahun 2019 ini.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: