Tahun 2025, tambang pertama di Bulan akan dibuka

ESA berencana untuk membangun tambang di bulan pada 2025. Penambangan ini dilakukan untuk menemukan sejumlah material yang berguna bagi kelangsungan misi antariksa.

Tahun 2025, tambang pertama di Bulan akan dibuka Souce: NewAtlas

European Space Agency (ESA) tampaknya tertarik untuk menjalankan misi penambangan di dulan pada tahun 2025. Untuk melakukan hal tersebut, agensi luar angkasa ini telah menjalin kontrak dengan ArianeGroup untuk meneliti kemungkinan melakukan misi tersebut.

Penambangan tersebut nantinya dilakukan untuk mengumpulkan lapisan tanah bulan yang disebut dengan regolith. Regolith ditengarai dapat menjadi sumber air dan oksigen untuk mendukung berbagai misi luar angkasa, termasuk sebagai bahan bakar pesawat.


BACA JUGA

Astronom deteksi sinyal radio dari luar angkasa

Superkomputer bisa tampilkan jutaan alam semesta virtual

Teleskop terbesar di dunia sebentar lagi selesai dibuat


Untuk diketahui, lapisan regolith di bulan menutupi hampir seluruh permukaan bulan. Lapisan ini dikatakan sudah terbentuk selama 4,5 juta tahun. Terbentuknya regolith merupakan dampak dari banyaknya micrometeorid, radiasi matahari dan kosmik yang memecah batuan menjadi bubuk yang halus. Meskipun bertekstur kering, nyatanya lapisan ini mengandung air yang menjadi salah satu unsur penting pendukung kehidupan manusia.

ArianeGroup rencananya akan meluncurkan Ariane 64 untuk menjalani misi penambangan itu. Tak hanya itu, firma angkasa dari Belgia juga akan turut serta bertugas menyediakan kontrol tanah dan komunikasi, sementara sebuah startup asal Jerman akan membangun tempat pendaratan di satelit milik bumi ini.

Perlu diketahui, 50 tahun sudah berlalu sejak manusia pertama kali menginjakkan kaki di bulan. Nah, misi ini sendiri merupakan salah satu upaya yang digagas ESA untuk merayakan peringatan ini.

Misi penambangan ini dikenal juga dengan sebutan “100 percent European consortium”. Pasalnya, misi ini sepenuhnya dilakukan oleh lembaga antariksa yang berasal dari Eropa. Jika benar misi ini akan dilaksanakan, maka bisa jadi ESA merupakan lembaga pertama yang mendirikan tambang di bulan.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: