sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id wd
Rabu, 01 Apr 2020 12:43 WIB

Sinar-X baru bisa deteksi tumor lebih jelas dari MRI

Sinar-X biasanya bekerja pada mekanisme yang berbeda, tetapi penelitian terbaru menunjukkan bahwa mereka dapat diterapkan juga pada elastografi.

Sinar-X baru bisa deteksi tumor lebih jelas dari MRI
Source: Pexels

Sinar-X biasanya digunakan untuk memeriksa kesehatan tulang, sedangkan MRI dan ultrasonografi (USG) digunakan untuk melihat jaringan yang lebih kecil. Tetapi ada metode terbaru yang menggunakan sinar-X untuk memeriksa gambar jaringan halus, sehingga resolusinya yang lebih tinggi dapat mengungkap tumor atau masalah lain lebih awal daripada teknok lainnya. Dilansir dari New Atlas (1/4), para peneliti di Tohoku University telah mengambil gambar pertama menggunakan metode sinar-X terbaru, sebagai bukti konsep.

Elastografi adalah bidang pencitraan medis yang berfokus pada kekakuan atau kelembutan jaringan. Gelombang dikirim melalui tubuh, dan kemudian teknologi pencitraan seperti USG dan MRI digunakan untuk melihat bagaimana mereka menyebar. Gelombang bergerak melalui jaringan kaku lebih cepat dari pada melalui jaringan lunak, dan karena tumor, luka dan arteri yang mengemas semuanya lebih kaku daripada jaringan di sekitarnya. Teknik ini dapat menyoroti tanda-tanda penyakit.

Sinar-X biasanya bekerja pada mekanisme yang berbeda, tetapi penelitian terbaru menunjukkan bahwa mereka dapat diterapkan juga pada elastografi. Dan jika gambar yang dihasilkan akan menjadi resolusi yang jauh lebih tinggi, maka akan mampu melihat hal-hal pada skala mikron.

“Ketepatan yang lebih tinggi ini tidak hanya berarti mengidentifikasi luka yang jauh lebih kecil atau lebih dalam tetapi, yang lebih penting bagi pasien, karena luka yang lebih kecil dapat menjadi luka baru, berpotensi juga jauh lebih awal pada suatu penyakit atau kondisi,” kata peneliti utama proyek, Wataru Yashiro.

Kini elastografi sinar-X telah beralih dari prinsip ke praktik. Tim Tohoku telah mengambil gambar pertama menggunakan teknik ini, dan menemukan bahwa teknologi tersebut mampu mengidentifikasi prilaku material berbeda.

Para peneliti tersebut mencitrakan gel poliakrilamida, dengan beberapa sampel mengandung partikel zirkonium dioksida yang lebih keras. Kemudian getaran dikirim melalui sampel-sampel ini sembari gambar-gambar sinar-X diambil. Dan tentu saja, metode elastografi sinar-X dapat menemukan ‘gangguan’ tersebut.

Setelah menunjukkan bahwa konsep tersebut berhasil, para peneliti mengatakan bahwa langkah selanjutnya adalah membuat gambar 3D, dan akhirnya mengembangkan peralatan elastrografi sinar-X untuk diagnosa medis.

Share
back to top