sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id telkomsel
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id poco
  • partner tek.id realme
  • partner tek.id samsung
Rabu, 24 Apr 2024 06:59 WIB

Mengenal 5 jenis insomnia dan dampaknya pada kualitas tidur

Gangguan tidur tidak hanya mengurangi kualitas hidup tetapi juga dapat mempengaruhi kesehatan fisik dan mental.

Mengenal 5 jenis insomnia dan dampaknya pada kualitas tidur

Insomnia, sebuah gangguan tidur yang sering dianggap remeh, ternyata memiliki berbagai jenis yang dapat mempengaruhi kualitas tidur seseorang secara signifikan. Dengan memahami berbagai jenis insomnia, dokter dan pasien dapat menemukan cara yang lebih efektif untuk mengatasi masalah tidur.

Menurut sebuah artikel kesehatan yang diterbitkan neuroscience news (23/4), terdapat 5 jenis insomnia yang berbeda, yang masing-masing memiliki penyebab dan solusi yang beragam. Insomnia tidak hanya mengganggu tidur, tetapi juga aktivitas sehari-hari dan kesehatan fisik serta mental seseorang.

1. Perilaku insomnia masa kecil

Perilaku insomnia masa kecil merupakan kondisi di mana anak-anak menunjukkan kesulitan untuk tidur pada waktu yang seharusnya, tanpa adanya intervensi orang tua untuk menetapkan jadwal tidur yang konsisten. Dalam kondisi ini, anak-anak cenderung mengembangkan kebiasaan tidur yang tidak teratur, berbeda dengan perilaku tidur yang dianggap normal pada umumnya. 

Ketika anak diberi jadwal tidur yang ketat dan dipatuhi, mereka cenderung dapat tertidur pada waktu yang lebih standar. Namun, tanpa pengawasan dan ketegasan dari orang tua, mereka mungkin akan terjaga hingga larut malam. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk menciptakan dan menjaga rutinitas tidur yang konsisten, yang tidak hanya membantu anak dalam mendapatkan waktu istirahat yang cukup tetapi juga dalam mengembangkan kebiasaan tidur yang baik untuk kesehatan jangka panjang mereka.

2. Insomnia psikofisiologis

Insomnia psikofisiologis seringkali terkait dengan tingkat kecemasan yang tinggi terhadap proses tidur itu sendiri. Kondisi ini bisa terjadi secara tiba-tiba sebagai respons terhadap peristiwa stres atau dapat berkembang secara bertahap seiring waktu. Orang dengan jenis insomnia ini biasanya sangat khawatir tentang dampak kurang tidur yang mereka alami, yang pada gilirannya justru memperburuk kondisi insomnia. 

Kecemasan tersebut menciptakan ‘lingkaran setan’ di mana ketakutan akan insomnia meningkatkan aktivitas mental yang mencegah tidur, yang kemudian memperkuat kecemasan dan kesulitan tidur. Mengelola insomnia jenis ini sering memerlukan intervensi psikologis dan kadang-kadang medis, yang bertujuan untuk mengurangi kecemasan terkait tidur dan memperbaiki kebiasaan tidur.

3. Insomnia paradoks

Insomnia paradoks adalah jenis insomnia di mana penderita merasa seolah-olah mereka hampir tidak tidur sama sekali, meskipun bukti objektif (seperti poligrafi tidur) mungkin menunjukkan bahwa mereka tidur lebih banyak daripada yang mereka sadari. Ini adalah kondisi yang membingungkan baik bagi pasien maupun dokter, karena adanya diskrepansi antara pengalaman subjektif penderita dan data objektif tentang tidur mereka. 

Pengidap sering merasa kelelahan ekstrem dan frustrasi karena percaya bahwa mereka hampir tidak mendapatkan tidur sama sekali. Pendekatan terapeutik sering melibatkan terapi perilaku kognitif, yang membantu mereka memahami dan mengubah persepsi mereka tentang tidur dan istirahat yang mereka dapatkan.

4. Maintenance insomnia

Maintenance insomnia, atau insomnia pemeliharaan, melibatkan kesulitan mempertahankan tidur sepanjang malam. Orang dengan kondisi ini sering terbangun beberapa kali selama malam dan kesulitan untuk kembali tidur setelah terbangun. Ini dapat mengakibatkan tidur terfragmentasi yang tidak menyegarkan, yang menyebabkan kelelahan di siang hari dan mengganggu kualitas hidup. 

Faktor-faktor seperti stres, kecemasan, perubahan hormon, atau gangguan medis lain bisa menjadi penyebab dari jenis insomnia ini. Pengobatannya mungkin melibatkan perubahan gaya hidup, seperti menghindari kafein dan alkohol, menciptakan lingkungan tidur yang nyaman, serta terapi perilaku kognitif untuk mengelola stres dan kecemasan yang mempengaruhi tidur.

5. Onset Insomnia

Onset insomnia karakteristiknya adalah kesulitan yang dialami seseorang untuk mulai tidur pada awal malam. Hal ini sering kali disebabkan oleh stres atau penggunaan stimulan seperti kafein atau nikotin. Orang dengan onset insomnia mungkin menghabiskan waktu yang lama terjaga di tempat tidur sebelum akhirnya bisa tidur, yang dapat mengakibatkan kecemasan tentang tidur itu sendiri. 

Mengatasi onset insomnia biasanya melibatkan strategi seperti pembatasan waktu di tempat tidur, terapi relaksasi, dan terapi perilaku kognitif, yang semua bertujuan untuk mengurangi stres dan membantu mengembangkan rutinitas sebelum tidur yang mendukung transisi ke tidur. Selain itu, menghindari penggunaan stimulan di sore atau malam hari dapat sangat membantu dalam mengurangi onset insomnia.

Gangguan tidur ini tidak hanya mengurangi kualitas hidup tetapi juga dapat mempengaruhi kesehatan fisik dan mental. Para ahli kesehatan menyarankan bagi mereka yang mengalami kesulitan tidur secara konsisten untuk segera berkonsultasi dengan dokter atau spesialis tidur untuk menentukan jenis insomnia dan pengobatan yang tepat.

Tag
Share
×
tekid
back to top