sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id qnap
Jumat, 07 Feb 2020 14:01 WIB

Robot berhasil ambil sampel darah dari lengan manusia

Dalam percobaan baru-baru ini, robot pengambil sampel darah digunakan pada 31 relawan. Ia diklaim 97% berhasil menarik darah dari 25 peserta.

Robot berhasil ambil sampel darah dari lengan manusia
Unnati Chauhan via New Atlas

Beberapa tahun lalu ada perangkat robot mutakhir yang dirancang khusus untuk mengambil sampel darah. Meski robot tersebut saat itu hanya diuji pada lengan tiruan, kini ia diinformasikan telah berhasil diujicobakan pada lengan manusia sesungguhnya.

Dilansir dari New Atlas (7/2), robot yang dirancang oleh Rutgers University tersebut awalnya diletakkan di atas lengan pasien. Setelah itu, robot menggunakan sistem pencitraan ultrasonik agar dapat menemukan pembuluh darah yang sesuai. Kemudian mulai memasukkan jarum ke dalam pembuluh darah itu, mengambil sampel darah yang bisa ditransfer ke penganalisa darah berbasis sentrifugal.

Dalam percobaan baru-baru ini, robot pengambil sampel darah digunakan pada 31 relawan. Ia diklaim 97% berhasil menarik darah dari 25 peserta yang pembuluh darahnya mudah diakses, dan memiliki tingkat keberhasilan keseluruhan 87%.

Para peneliti mengklaim bahwa angka-angka tersebut memenuhi atau melampaui standar klinis. Lebih tepatnya, Rutgers menyatakan bahwa menurut penelitian sebelumnya, dokter gagal memasukkan jarum dengan benar ke dalam pembuluh darah 27 pasien yang tidak memiliki pembuluh darah yang terlihat, 40% pasien tanpa pembuluh darah yang teraba, dan 60% dari pasien yang kurus.

Seiring dengan pengambilan sampel darah, robot dapat juga digunakan dalam prosedur termasuk kateterisasi IV, dianalisis, dan penempatan garis arteri. Ketika pekerja manusia berulang kali gagal dalam upaya mengakses pembuluh vena untuk prosedur tersebut, maka dapat terjadi komplikasi seperti flebitis, trombosis dan infeksi.

“Perangkat seperti milik kami dapat membantu dokter mendapatkan sampel darah dengan cepat, aman dan andal, mencegah komplikasi dan rasa sakit yang tidak perlu pada pasien dari berbagai upaya memasukkan jarum,” kata penulis utama makalah penelitian, Josh Leipheimer.

Share
×
tekid
back to top