Posisi medan magnet berubah, WMM rilis peringatan

Posisi medan magnet di kutub utara didapati telah bergeser cukup jauh selama 29 tahun belakangan. Hal ini berpotensi menimbulkan banyak masalah di kemudian hari.

Posisi medan magnet berubah, WMM rilis peringatan Source: TheVerge

Medan magnet punya peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia, salah satunya untuk urusan navigasi. Untuk diketahui, lokasi medan magnet sebenarnya selalu bergerak seiring berjalannya waktu. Nah, baru-baru ini sejumlah peneliti mendapati bahwa terjadi keanehan pada medan magnet di kutub utara.

Dilansir dari TheVerge (6/2), bergeraknya medan magnet dari posisi awal bisa menjadi masalah untuk perangkat yang menggunakan peta dan aplikasi navigasi lainnya. Untuk itu, sejumlah peneliti yang tergabung dalam World Magnetic Model langsung mengeluarkan pernyataan terkait hal tersebut.


BACA JUGA

NASA waspada, asteroid besar mendekati bumi

Ilmuwan kembangkan cara untuk ukur tekanan darah lewat selfie

Saking panasnya, logam berat menguap di planet ini


Secara geografis, kutub utara memang selalu berada di utara, namun tidak dengan medan magnetnya. Dilihat dari sejarahnya, medan magnet ini selalu bergerak dengan kecepatan konstan. Biasanya medan magnet ini bergerak sejauh 50 kilometer per tahun.

“Kutub (medan magnet) mungkin bergerak sekitar 1000 kilometer antara tahun 1900 dan 1990; lalu di antara 1990 sampai saat ini, kutub tersebut juga sudah bergerak sejauh 1000 km, hal ini terjadi dengan cepat,” ungkap William Brown, seorang pakar medan geomagnetic.

Sekilas memang terdengar sepele, namun nyatanya banyak sektor yang akan terkena dampak pergerakan ini. Misalnya, seluruh peta yang ada harus dicetak ulang, dan peta digital yang biasanya digunakan pada ponsel harus diupdate oleh pengemabangnya. Tak hanya itu, landasan pacu pesawat pun harus memiliki nama untuk rute baru, agar pilot, yang terkadang memanfaatkan medan magnet untuk navigasi dapat mendarat dengan baik.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini:
Tags :
Sains