Pluto planet atau bukan?

Ilmuwan masih memperdebatkan apakah Pluto adalah sebuah planet atau bukan. Upaya untuk membuatnya diakusi sebagai planet pun semakin kuat

Pluto planet atau bukan?

Pada awal penemuannya di tahun 1930 oleh Clyde Tombaugh, Pluto dinyatakan sebagai sebuah planet. Tetapi para ilmuwan memikirkan kembali hal tersebut setelah belajar lebih banyak tentang tata surya. Pada tahun 2006, Pluto berubah status menjadi planet kerdil. Bersumber dari ExtremeTech (7/9), keputusan tersebut tidak pernah tepat dan tidak sejalur dengan beberapa anggota masyarakat serta ilmuwan. Sebuah penelitian baru dari University of Central Florida, Philip Metzger, membuat kasus bahwa Pluto harus mendapatkan kembali status planetnya.

Beberapa dekade lalu, Pluto tampak seperti planet yang agak aneh, tetapi jelas masih merupakan planet. Namun, para ilmuwan telah belajar tentang skala Sabuk Kuiper dan bahkan melihat beberapa objek Kuiper yang lebih besar dari Pluto. Definisi International Astronomical Union (IAU) tahun 2006 dari sebuah planet termasuk beberapa persyaratan utama. Sebuah planet harus bulat, Pluto masuk kriteria ini. Namun, planet juga perlu memiliki orbit bebas untuk menjadi gaya gravitasi primer. Di sinilah Pluto tidak masuk persyaratan. Pluto melintasi orbit Neptunus, gravitasi yang mempengaruhi Pluto. Ada juga beberapa objek Sabuk Kuiper besar di ruang dekat Pluto.

Mungkin dapat dikatakan Metzger skeptis terhadap planet-planet kerdil. Dia meninjau literatur ilmiah selama lebih dari 200 tahun untuk menentukan apakah definisi IAU masuk akal. Menurut makalah itu, Metzger hanya menemukan satu contoh dari pemotongan orbit sebagai pendeskripsian planet, dan itu pada tahun 1802. Alasan yang digunakan dalam makalah itu juga telah lama tidak terbukti.

Metzger mengklaim bahwa definisi IAU menerapkan standar yang bahkan tidak digunakan dalam penelitian planet. Dia mengutip lebih dari 100 contoh peneliti menggunakan istilah “planet” untuk merujuk objek yang tidak sesuai dengan definisi IAU dalam publikasi terbaru.

Ini bukan pertama kalinya para astronom berusaha mengembangkan definisi untuk planet. Pada tahun 1950-an, Gearad Kuiper menerbitkan sebuah makalah yang menggunakan cara benda-benda dibentuk untuk menentukan sebuah planet. Namun Metzger mengatakan alasan ini juga tidak cukup.

Metzger dan rekan penulisnya mengatakan suatu objek harus diklasifikasikan sebagai planet jika memiliki gravitasi yang cukup untuk menjadi bulat. Hal ini lebih masuk akal karena itu adalah properti intrinsik planet ini daripada sesuatu yang dapat diubah seperti orbit. Definisi ini akan membuat Pluto sebagai planet lagi.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: