sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id samsung
  • partner tek.id realme
Rabu, 31 Agst 2022 18:22 WIB

Pesawat ruang angkasa bakal bisa isi ulang bahan bakar di orbit

Startup Orbit Fab akan membangun sebuah depot yang berjarak 300 km dari Bumi di orbit geostasioner, yang dapat mengirimkan pesawat ulang-alik yang terisi penuh bahan bakar. 

Pesawat ruang angkasa bakal bisa isi ulang bahan bakar di orbit

Sebuah startup bernama Orbit Fab memiliki rencana besar yang memungkinkan pesawat ruang angkasa dapat mengisi bahan bakar di stasiun orbital pada tahun 2025 mendatang. Orbit Fab, yang berasal dari Amerika, percaya adanya pasar untuk layanan yang akan ditawarkan itu. 

Menurut Orbit Fab, kini semakin banyak perusahaan yang meluncurkan satelit dan menginginkan perangkat keras mereka memiliki masa kerja yang lebih lama. Salah satu cara untuk mencapai misi keberlanjutan ini adalah dengan pengisian bahan bakar orbital.

Dilaporkan oleh The Register (31/8), startup akan membangun sebuah depot yang berjarak 300 km dari Bumi di orbit geostasioner, yang dapat mengirimkan pesawat ulang-alik yang terisi penuh bahan bakar. 

Pesawat ruang angkasa tertentu juga dapat berlabuh dengan depot untuk mengambil bahan bakar untuk dibawa ke satelit dan pesawat lainnya, sebagaimana dikutip dari SpaceNews. 

Salah satu pendiri dan kepala pengembangan Jeremu Schiel mengatakan lembaga pemerintah dan operator swasta telah menyatakan minat untuk mendapatkan bahan bakar dalam tiga sampai lima tahun ke depan.

Dia juga mengatakan bahwa desain sistem depot bahan bakar "pada dasarnya sudah selesai," dan perusahaan sekarang sedang merangkan angkutan bahan bakarnya. 

Astroscale, sebuah bisnis yang terkait dengan puing-puing orbit, adalah satu-satunya pelanggan yang secara publik telah mendaftar untuk layanan pengisi bahan bakar satelit ini. Orbit Fab telah berkomitmen untuk memasok 1.000 kilogram propelan xenon untuk melengkapi satelit Life Extension In-Orbit (LEXI) Astroscale, yang mampu diisi bahan bakar di luar angkasa dan dijadwalkan diluncurkan pada 2026 ke orbit geostasioner.

Satelit-satelit ini, dan pesawat masa depan lainnya, perlu menyertakan port Rapidly Attachable Fluid Transfer Interface (RAFTI) Orbit Fab yang akan digunakan angkutan bahan bakar untuk mengisi ulang pesawat kunjungan.

Tag
Share
×
tekid
back to top