Peneliti menemukan sedikit oksigen di Mars

Mimpi terliar umat manusia adalah bisa hidup di Mars. Misteri yang menyelubungi planet merah itu terus dikuak. Akhirnya peneliti pun menemukan secercah oksigen di sana.

Peneliti menemukan sedikit oksigen di Mars

Misi untuk menjadikan planet Mars sebagai tempat tinggal di kehidupan selanjutnya sudah dirancang cukup lama. Namun hingga kini, misi tersebut masih dalam tahap penelitian terkait kemungkinan untuk hidup di planet Merah tersebut.

Sebuah studi baru kini menunjukkan bahwa planet Mars memiliki oksigen, sehingga memungkinkan manusia untuk hidup sebagaimana di Bumi. Dalam studi baru itu, air asin di permukaan planet Mars bisa mengandung oksigen (O2) terlarut yang cukup untuk mendukung mikroba bernapas. Bahkan oksigen itu juga dinilai mampu mengakomodir kehidupan organisme yang lebih kompleks seperti spons.


BACA JUGA

Setelah sembilan tahun, NASA pensiunkan teleskop Kepler

Ada es runcing di bulan Jupiter

NASA simulasi dua lubang hitam berbentuk spiral sebelum tabrakan


Kata Vlada Stamenkovic, ilmuwan Bumi dan Planet di Jet Propulsion Laboratory yang memimpin studi itu, "Tidak ada yang menganggap Mars sebagai tempat tinggal. Respirasi aerobik akan bekerja karena ada begitu sedikit oksigen di atmosfernya.. Apa yang kami katakan adalah kemungkinan bahwa planet yang sangat berbeda dengan Bumi ini bisa memberi kehidupan,"

Dilansir dari Phys (24/10), studi itu juga mengidentifikasi daerah Mars yang paling mungkin mengandung air asin dengan jumlah oksigen tebesar. Temuan ini tentunya akan membantu NASA dan badan antariksa lain guna merencanakan misi untuk mendaratkan awak di masa depan.

Sebagai pembanding, di Bumi 21 persen dari atmosefer terdiri dari oksigen. Ini merupakan hasil dari melimpahnya tumbuhan dan organisme lain yang menciptakan oksigen. Di sisi lain atmosfer di Mars hanya terdiri dari 0,145 persen oksigen. Peneliti berkesimpulan bahwa oksigen di Mars dihasilkan ketika radiasi dari Matahari berinteraksi dengan karbondioksida di atmosfer planet.

Selan itu, atmosfer Mars juga sangat tipis bahkan 160 kali lebih tipis dari atmosfer Bumi. Suku di permukaan Mars pun seringkali turun hingga minus 100, sehingga sulit bagi air di permukaan untuk cair. 

Dijelaskan peneliti, air murni akan membeku atau menguap di Mars, sementara air asin bisa tetap dalam keadaan cair. Hal ini dikarenakan air yang dicampur dengan garam memiliki suhu pembekuan yang lebih rendah dibanding air biasa.

"Jika ada air asin di Mars, maka oksigen tidak akan punya pilihan selain menyusup padanya... Oksigen itu akan ada di mana-mana," kata Woody Fischer, ahli geobiologi di Caltech yang turut serta dalam studi ini.

Sejauh ini, studi itu dilakukan melalui pemodelan komputer. Kendati menggunakan model komputer, para ahli masih mengatakan bahwa penelitian ini terlihat kuat.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: