Peneliti berhasil tumbuhkan kapas di Bulan

Peneliti Tiongkok memecahkan rekor baru karena berhasil menumbuhkan kapas untuk pertama kalinya di lingkungan ekstrim Bulan.

Peneliti berhasil tumbuhkan kapas di Bulan Source: Chongqing University

Tiongkok dilaporkan berhasil memecahkan rekor baru. Negara ini berhasil menumbuhkan kapas di Bulan untuk pertama kalinya. Ini merupakan bagian dari misi yang diemban oleh Chang’e 4 selain menjelajah sisi jauh Bulan. 

Untuk diketahui, tanaman kapas itu merupakan satu dari lima spesies tumbuhan yang dibawa Chang’e 4. Karena bobot Chang’e 4 terbatas, maka jumlah muatan yang dibawa hanya boleh kurang dari 3 kg saja. Untuk itu, satelit ini membawa 2,6 kilogram bibit tumbuhan untuk ditumbuhkan di Bulan. 


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Ini bukti bahwa Mars pernah memiliki air

Ilmuwan buat teori elevator dari Bumi ke Bulan

Ilmuwan berhasil hasilkan energi dari udara dingin


Dilansir dari DigitalTrends (7/10), ada lima bibit yang dibawa dalam misi ini, yakni kapas, kentang, gandum, arabidopsis dan telur lalat buah. Kebanyakan bibit ini langsung mati ketika sampai di luar angkasa. Namun tidak dengan kapas. Tidak hanya satu, bibit ini berhasil menumbuhkan dua daun . 

Untuk dapat tumbuh di Bulan, para peneliti Tiongkok harus mengatur kondisi yang sangat mirip dengan Bumi. Setidaknya bibit ini harus berada dalam tekanan udara 1atm. Meski begitu, bibit kapas tersebut tetap tidak lolos dari adanya radiasi dan mikrogravitasi. 

Kendati begitu, daun kapas tersebut langsung mati dalam waktu dua minggu. Pasalnya, selama Bulan mengalami malam hari, suhunya akan turun drastis. Tanpa adanya penghangat, tidak ada organisme yang mampu bertahan dari suhu tersebut. Namun para peneliti menyatakan akan tetap melanjutkan misi ini selama beberapa bulan ke depan. 

Sebenarnya, penelitian ini akan melibatkan sejumlah hewan juga, seperti kura-kura kecil. Sayangnya ide ini harus ditangguhkan dulu karena keterbatasan oksigen di luar angkasa. 

“Meskipun kura-kura menjadi pilihan yang sangat berarti, oksigen di dalam payload hanya dapat digunakan selama 20 hari saja,” ujar Xie Gengxin, kepala penelitian tersebut. 

Di masa depan, para peneliti ini menyatakan akan menyertakan organisme yang lebih kompleks untuk diterbangkan ke Bulan. Kemungkinan rencana itu akan terlaksana dalam misi Chang’e 6 yang dijadwalkan akan dimulai pada awal 2020. 

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: