NASA luncurkan program eksplorasi Saturnus di 2026

NASA mengumumkan misi eksplorasi luar angkasa ke Titan, bulan planet Saturnus untuk tahun 2026 menggunakan helikopter otonom.

NASA luncurkan program eksplorasi Saturnus di 2026 (Foto: PressForm)

NASA mengumumkan misi eksplorasi luar angkasa selanjutnya. Badan antariksa ini akan mengirimkan helikopter Dragonfly yang pada dasarnya merupakan pesawat tanpa awak besar ke bulan Saturnus, Titan. Kendaraan tersebut dirancang untuk mendarat di beberapa lokasi, mulai dari bukit pasir hingga lantai kawah untuk melakukan misi ilmiah mencari blok bangunan kehidupan.

Titan merupakan negeri es yang penuh keajaiban, hunian bagi danau-danau metana besar dan pulau yang menghilang secara misterius. NASA menyebutnya sebagai Bumi analog paling awal, dan insinyur NASA menyarankan pencarian Titan untuk proyek koloni manusia di masa depan.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Astronom temukan planet yang memiliki air

NASA dan ESA akan belokan arah asteroid yang menuju Bumi

Astronom deteksi sinyal radio dari luar angkasa


"Dragonfly akan mengunjungi dunia yang dipenuhi dengan berbagai senyawa organik, yang merupakan unsur pembangun kehidupan dan bisa mengajarkan kita terkait asal usul kehidupan," ujar Thomas Zurbuchen dari NASA.

Dragonfly akan melakukan misi awal 2,7 tahun dengan puluhan titik pendaratan. "Dragonfly menandai pertama kalinya NASA akan menerbangkan kendaraan multirotor untuk ilmu pengetahuan di planet lain, dia memiliki delapan rotor dan terbang seperti drone besar," kata NASA.

Insinyur NASA tengah mempersiapkan Dragonfly untuk mengitari permukaan Titan yang mencapai lebih dari sekitar 175 kilometer. Dengan jarak tersebut, Dragonfly akan menjadi salah satu robot antar planet yang paling berhasil karena mampu mencapai jarak hampir dua kali lipat dibanding jarak yang ditempuh penjelajah ke Mars hingga saat ini.

Misi Titan menjadi mungkin berkat pesawat ruang angkasa Cassini yang telah mempelajari Titan ketika sedang menyelidiki Saturnus. Dilansir Cnet (28/6) Cassini membantu ilmuwan NASA menyelidiki potensi lokasi pendaratan Titan.

NASA berencana meluncurkan Dragonfly pada 2026. Dengan demikian, helikopter itu akan tiba di Titan pada 2034. Misi ini merupakan bagian dari program Perbatasan Baru yang mencakup misi New Horizons ke Pluto dan misi Juno ke Jupiter.

Titan merupakan target yang layak karena benar-benar aneh. Namun atmosfer dan lingkungannya mengandung molekul yang bisa memulai kehidupan sebagaimana yang kita ketahui. Ini akan memberikan titik terang tentang bagaimana kehidupan dimulai. 

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: