sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id qnap
Jumat, 24 Jul 2020 12:13 WIB

NASA akan luncurkan teleskop pakai balon untuk pengamatan di angkasa

Misi menggunakan balon dipandang lebih mudah dilakukan dan memiliki waktu persiapan yang lebih singkat dibanding teknologi modern.

NASA akan luncurkan teleskop pakai balon untuk pengamatan di angkasa

NASA dilaporkan sedang mengembangkan sebuah misi baru. Agensi luar angkasa itu berencana meluncurkan teleskop ke lapisan stratosfer dengan menggunakan sebuah balon raksasa berukuran stadium sepakbola. Teleskop itu diberi nama ASTHROS (Astrophysics Stratospheric Telescope for High Spectral Resolution Observations at Submillimeter-wavelengths). 

Sesuai dengan namanya, teleskop ini akan digunakan untuk mengamati gelombang cahaya yang tidak terlihat dari Bumi. Proyek ini kabarnya akan dilakukan pada Desember 2023 mendatang dari Antartika. Di sana, balon udara tersebut akan mengikuti arus udara untuk bergerak.

Singkatnya, ASTHROS akan mengamati cahaya inframerah atau gelombang cahaya yang lebih panjang, yang tidak dapat dilihat manusia. Karena itu, teleskop ini akan melayang pada ketinggian sekitar 40km di atas permukaan laut. Kendati belum sampai pada ketinggian luar angkasa, hal ini dipandang cukup untuk mengamati gelombang cahaya yang terhalang oleh atmosfer Bumi. 

Dilansir dari Cnet (24/5), instrumen ini setidaknya akan mengamati pembentukan area bintang di Bima Sakti dan memetakan dua tipe ion nitrogen. Pemetaan nitrogen dipandang penting untuk mengungkap arah angin dari ledakan bintang dan supernova yang mengubah bentuk awan gas di sekitar area pembentukan bintang tersebut. 

Pemilihan misi menggunakan balon bukan tanpa alasan. NASA menganggap bahwa misi menggunakan balon tidak akan memakan banyak tempat di angkasa. Selain itu, waktu yang dibutuhkan untuk perencanaan awal dan peluncuran akan lebih singkat. Dengan kata lain, balon dapat mengatasi masalah yang mungkin muncul di teknologi modern, seperti kegagalan teknis atau operasional yang bisa mempengaruhi hasil penelitian itu. 

Share
×
tekid
back to top