sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id benq
Kamis, 22 Okt 2020 09:00 WIB

Jendela pintar bisa berubah warna untuk jadi panel surya

Jendela ini bukan jendela biasa. Ia dapat berubah warna pada suhu tertentu dan berubah fungsi menjadi panel surya.

Jendela pintar bisa berubah warna untuk jadi panel surya
Source: NREL

Jendela mungkin salah satu bagian dari sebuah bangunan yang jarang sekali mendapatkan terobosan baru. Namun, sejumlah peneliti dari Laboratorium Energi Terbarukan Nasional Departemen Energi (NREL) AS berhasil menggabungkan dua teknologi menjadi satu melalui sebuah jendela pintar. Mereka menyebut teknologi ini dengan “thermochromic photovoltaic”. 

Singkatnya, kaca jendela ini mampu berubah warna ketika terkena panas. Ketika sinar matahari menerpa jendela ini, warna jendela akan menjadi gelap. Warnanya akan kembali pulih ketika suhu di sekitarnya sudah menurun. Yang menarik adalah, ketika terkena matahari dan berubah menjadi gelap, jendela ini juga berfungsi sebagai panel surya. 

Jendela ini dibuat dengan menggunakan lapisan tipis perovskite. Perovskite dikenal sebagai material penting dalam pembuatan sel surya. Material ini memiliki tingkat efisiensi penyerapan cahaya matahari yang tinggi dengan fleksibilitas tinggi, murah serta mudah dibuat.

Dilansir dari NewAtlas (22/10), para peneliti ini menempatkan perovskite di antara dua bilah kaca. Kemudian uap pelarut disuntikkan ke celah tersebut. Ketika kelembapan rendah, perovskite akan tetap mempertahankan wujud transparannya. Ini memungkinkan cahaya untuk masuk ke dalam rumah, layaknya jendela normal. Namun, pada temperatur tertentu, uap pelarut tersebut akan menyebabkan perovskite mengkristal yang kemudian akan mengatur ulang dirinya sendiri. Pertama berupa untaian, kemudian beralih menjadi lembaran dan selanjutnya menjadi kubus. Setiap perubahan bentuk itu akan mengubah juga warna perovskite. 

Perubahan warna tersebut lah yang akan memblokir cahaya untuk masuk ke dalam rumah. Perubahan bentuk itu dipengaruhi pada seberapa tinggi paparan suhu yang diterima jendela tersebut. Langkah ini diharapkan dapat membantu mendinginkan ruangan dalam proses perubahannya. Tidak hanya itu, ketika berubah warna, penyerapan energi listrik dari matahari pun dimulai. 

Untuk diketahui, pada suhu sekitar 35 - 46 derajat Celcius, jendela ini dapat berubah menjadi beberapa warna, misalnya kuning, oranye, merah  dan coklat dalam waktu tujuh detik. Ini sudah jauh lebih baik ketimbang purwarupa yang diperkenalkan NREL sebelumnya dimana perubahan warna menjadi merah kecoklatan di suhu 65.5 - 79.4 derajat Celsius. Itu pun butuh waktu selama tiga menit. 
 

Share
×
tekid
back to top