Ilmuwan temukan besi dan titanium di planet asing

Untuk pertama kalinya, ilmuwan menemukan unsur titanium dan besi pada sebuah eksoplanet yang sangat jauh dari Bumi

Ilmuwan temukan besi dan titanium di planet asing

Para  astronom telah mengidentifikasi ribuan eksoplanet dengan bantuan peralatan seperti teleskop luar angkasa Kepler, tetapi kita tidak tahu banyak tentang sebagian besar dunia tersebut. Dari jarak yang sangat jauh, Bumi dan Venus akan tampak sangat mirip. Tetapi tentu saja Bumi yang lebih layak huni dan Venus memiliki awan asam sulfat. Dilansir dari ExtremeTech (15/8), para ilmuwan telah mengambil langkah untuk lebih memahami lingkungan eksoplanet dengan mempelajari planet gas raksasa yang disebut KRLT-9b. Untuk pertama kalinya, para ilmuwan telah mendeteksi besi dan titanium di eksoplanet.

Sementara Bumi dan Venus mungkin terlihat mirip, tidak salah jika KELT-9b juga dibilang planet mirip Bumi. Planet tersebut memiliki massa 2,88 kali dibandingkan dengan massa Jupiter dan mengorbit bintang raksasa biru KELT-9 setiap 1,5 hari Bumi. Ia juga memiliki suhu permukaan 3.626 derajat Celcius. Temperatur tersebut cukup untuk memisahkan molekul air.

Para astronom mengubah Telescopio Nazionale Galileo di Kepulauan Canary menuju KELT-9b pada musim panas lalu, mengamati saat planet transit di depan KELT-9. Mereka mengumpulkan spektrum cahaya yang bersinar melalui atmosfer KELT-9b dan kemudian mengurangi ciri khas cahaya yang dikumpulkan hanya dari bintang tersebut. Hal ini meninggalkan garis spektrum titanium dan besi.

Hal tersebut menandai pertama kalinya salah satu unsur telah terdeteksi di eksoplanet. Bisa dibilang mustahil dengan teknologi saat ini untuk mendeteksi besi atau titanium di  eksoplanet karena keduanya bukan komponen atmosfer. Raksasa gas seperti KELT-9b adalah cerita yang sangat berbeda. Penelitian ini membuat kita lebih dekat dengan karakteristik eksoplanet yang tepat, penting untuk memahami apakah mereka dapat mendukung kehidupan. Raksasa gas tidak dapat mendukung kehidupan seperti yang kita ketahui, tetapi memahami atmosfer planet seperti Jupiter dapat membantu kita membuat tebakan tentang komposisi planet lain di tata surya yang sama.

Proyek mendatang seperti teleskop James Webb akan memungkinkan para ilmuwan mengamati eksoplanet secara lebih rinci dibandingkan sebelumnya. Sementara itu, misi TESS NASA sedang menjelajahi langit untuk mencari eksoplanet dan kemudian dipelajari.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: