Ilmuwan berhasil simpan data pada level molekul 

Para ilmuwan dari Universitas Brown berhasil temukan metode baru untuk menyimpan informasi pada molekul asam amino.

Ilmuwan berhasil simpan data pada level molekul  Ilustrasi molekul

Menyimpan data di DNA sampai saat ini dipandang sebagai salah satu kemajuan dalam bidang sains. Pasalnya, dengan ukuran yang kecil, DNA mampu menyimpan banyak informasi. Terlebih lagi, metode ini menawarkan penyimpanan data yang mampu bertahan dalam waktu yang sangat panjang. Namun baru-baru ini para ilmuwan dari Universitas Brown berhasil menemukan cara baru yang lebih mudah ketimbang menyimpan data di DNA. 

Dilansir dari Engadget (8/7), para ilmuwan itu berhasil menyimpan data di molekul metabolisme buatan, seperti asam amino dan gula. Setiap molekul akan berharga satu bit data, dan semakin komplek campuran itu akan menentukan berapa banyak bit data yang dapat ditampung. 


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Ilmuwan buat teori elevator dari Bumi ke Bulan

Ilmuwan berhasil hasilkan energi dari udara dingin

MIT ciptakan tinta yang dapat berubah warna


Langkah selanjutnya adalah meletakkan ribuan campuran tersebut pada sebuah plat logam kecil dalam bentuk tetesan berskala nano. Para peneliti tersebut menggunakan spektrometer massa untuk memecahkan kode data begitu tetesan tersebut telah mengering. 

Dalam uji coba yang dilakukan, para peneliti itu telah menggunakan metode ini untuk menyimpan gambar seekor kucing dari Mesir. Mereka dilaporkan dapat mengambil kembali data tersebut dengan tingkat akurasi 99 persen. Meski belum sempurna, namun hal ini menunjukkan bahwa ide tersebut dapat bekerja dengan baik. 

Para ilmuwan itu kemudian menggambarkan penelitian ini sebagai sebuah bukti konsep. Masih akan ada banyak perbaikan yang harus dilakukan. Plat metal itu nantinya bisa diatur menjadi lebih kecil dengan proses yang lebih cepat. Kendati begitu, media penyimpanan DNA saat ini terbukti masih lebih baik untuk menangani jumlah data yang relatif besar. 

Namun seiring berjalannya waktu, penyimpanan molekuler ini dapat digunakan untuk bentuk informasi tertentu. Molekul ini jauh lebih kecil dari DNA dan mereka tidak memerlukan energi. Bahkan molekul ini diklaim lebih stabil ketimbang memori elektronik karena lebih tahan terhadap kondisi lingkungan yang ekstrim. Bisa jadi di masa depan, penyimpanan molekuler bisa menjadi media pilihan untuk menyimpan sejumlah informasi ketika media penyimpanan konvensional tidak mampu menanganinya.

Untuk diketahui, metode serupa juga pernah dilakukan oleh para ilmuwan dari Universitas Harvard. Ilmuwan Harvard itu juga menggunakan plat metal dengan 384 lubang mini untuk meletakkan informasi yang ditampung oleh molekul asam amino. 

 

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini:
Tags :
Sains