Begini bentuk stasiun angkasa Gateway NASA

Proyek membangun stasiun angkasa luar dari NASA mulai menghasilkan satu desain raksasa, Von Braun Rotating Space Station namanya.

Begini bentuk stasiun angkasa Gateway NASA Source: Gateway Foundation

NASA memiliki konsep besar untuk mewujudkan misi mengirim kembali manusia ke Bulan. Nah, misi ini akan melibatkan sebuah stasiun luar angkasa bernama Gateway. Di stasiun inilah para astronot tinggal dan berlatih selama melakukan misi tersebut. NASA menyatakan membuka sayembara untuk desain stasiun luar angkasa tersebut.

Beberapa waktu lalu, tersebar sebuah desain yang diklaim merupakan desain milik Gateway Foundation dengan nama Von Braun Rotating Space Station. Sekilas, desain ini sangat mirip dengan beberapa desain stasiun luar angkasa yang pernah ada dalam film bertema penjelajahan antariksa. Ya, bentuknya melingkar dengan poros di bagian tengah. Idenya adalah, memanfaatkan gaya sentrifugal untuk menciptakan efek gravitasi yang sama dengan di Bumi.


BACA JUGA

Astronom deteksi sinyal radio dari luar angkasa

Superkomputer bisa tampilkan jutaan alam semesta virtual

Teleskop terbesar di dunia sebentar lagi selesai dibuat


Konsep itu sebenarnya sudah ada sejak tahun 1903, namun baru akan direalisasikan melalui stasiun luar angkasa Gateway. Adalah Wernher Von Braun, orang yang pertama kali mempopulerkan desain yang diadopsi oleh Gateway Foundation ini. Ia merupakan seorang ilmuwan roket yang pindah ke Amerika pada 1945. Ia jugalah yang berperan sebagai direktur penerbangan NASA ketika mengirim Neil Armstrong ke Bulan.

Von Braun Rotating Space Station akan memiliki diameter kira-kira 488 meter. Di bagian terluar lingkaran tersebut terdapat sejumlah modul habitat yang mengelilingi lingkaran stasiun angkasa itu. Pada masing-masing modul, terdapat akses langsung menuju pesawat evakuasi dalam keadaan darurat. Setiap modul akan dipisahkan oleh tabung melingkar sebagai akses jalan bagi para astronot. Di bagian tengah, ada sebuah dok yang berfungsi untuk tempat berlabuhnya pesawat luar angkasa. Dok itu, lagi-lagi terhubung dengan empat tabung yang langsung menuju kawasan modul di pinggir stasiun.

Dengan melakukan rotasi, Von Braun Rotating Space Station dapat menghasilkan gravitasi buatan. Kepadatannya akan berbeda-beda, tergantung seberapa cepat stasiun ini berputar.

Seperti dilaporkan oleh NewAtlas (20/2), kendala terbesar yang muncul setelah konsep ini adalah biaya yang bakal dibutuhkan untuk membangunnya. Untuk diketahui, ISS (International Space Station) saja butuh biaya sebesar USD150 miliar untuk biaya pembangunan dan perawatan dari tahun 1998 sampai 2015. ISS bahkan belum memiliki teknologi seperti gravitasi buatan.

Kendati tidak menyebutkan berapa biaya yang dibutuhkan untuk membangun Von Braun Rotating Space Station, namun diperkirakan jumlahnya akan jauh lebih besar dari pembangunan ISS.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: