AI ciptaan Google bisa deteksi aroma

Para peneliti Google percaya bahwa melatih AI untuk mengaitkan molekul tertentu dengan aromanya adalah langkah pertama yang penting.

AI ciptaan Google bisa deteksi aroma Source: Pexels

Meski para ilmuwan dapat melihat panjang gelombang cahaya dan mengidentifikasi warnanya, dalam hal aroma, mereka tidak bisa hanya melihat molekul dan mengidentifikasi baunya. Dilansir dari Engadget (24/10), para peneliti dari Google Brain Team berharap AI dapat melakukannya. Dalam sebuah makalah yang diterbitkan di Arxiv, mereka menjelaskan bagaimana cara melatih AI untuk mengenali bau.

Para peneliti menciptakan kumpulan data dari hampir 5.000 molekul yang diindentifikasi oleh pembuat parfum, yang memberi label molekul dengan deskripsi mulai dari “mentega” hingga “tropis” dan “rumput segar”. Tim tersebut menggunakan sekitar dua pertiga dari serangkaian data untuk melatih AI-nya agar dapat mengaitkan molekul dengan deskriptor yang sering mereka terima. Kemudian para peneliti ini menggunakan aroma yang tersisa untuk menguji AI. Algoritma mampu memprediksi bau molekul berdasarkan strukturnya.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

AI bisa hasilkan rekam medis dari percakapan pasien dan dokter

Australia manfaatkan AI untuk deteksi pengendara yang gunakan ponsel di mobil

Legoland bisa ubah orang jadi figur Lego berkat AI


Sebagai permulaan, dua orang mungkin menggambarkan aroma yang sama secara berbeda, misalnya “kayu” atau “tanah”. Kadang-kadang molekul memiliki atom dan ikatan yang sama, tetapi mereka memiliki aroma yang sangat berbeda. Hal ini disebut dengan chiral pairs. Ada lagi yang lebih rumit ketika pengguna mulai menggabungkan aroma.

Namun para peneliti Google percaya bahwa melatih AI untuk mengaitkan molekul tertentu dengan aromanya adalah langkah pertama yang penting. Ini bisa berdampak pada kimia, pemahaman kita tentang nutrisi manusia, neurosains dan bagaimana kita memproduksi aroma sintesis.

Google tidak sendirian. Pada pameran AI di London Barbican Centre awal tahun ini, para ilmuwan menggunakan machine learning untuk menciptakan kembali aroma bunga yang punah. Di Rusia, AI digunakan untuk menghirup campuran gas yang berpotensi mematikan, dan IBM sedang bereksperimen dengan parfum yang dihasilkan oleh AI.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: