×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

Studi NTT DATA: Hanya 14% Perusahaan Maksimalkan Cloud untuk AI, Hambatan Datang dari Sistem Lama

Oleh: Tek ID - Senin, 13 April 2026 13:30

Studi NTT DATA ungkap hanya 14% perusahaan optimalkan cloud untuk AI, terhambat sistem lama dan investasi yang belum memadai.

Studi : Hanya 14% Perusahaan Maksimalkan Cloud untuk AI Ilustrasi kecerdasan buatan. dok. freepik.com

Studi terbaru NTT DATA mengungkap fakta krusial di balik tren adopsi kecerdasan buatan (AI), yaitu hanya 14% perusahaan di dunia yang mampu mengoptimalkan nilai cloud untuk mendukung implementasi AI secara maksimal.

Temuan ini berasal dari laporan bertajuk Cloud-led Innovation in the Era of AI, yang melibatkan lebih dari 2.300 pengambil keputusan di 33 negara. 

Meski cloud telah menjadi fondasi teknologi selama hampir dua dekade, sebagian besar organisasi dinilai masih tertinggal dalam memanfaatkannya sebagai enabler utama AI.

Ironisnya, hampir seluruh responden atau 99% perusahaan mengakui bahwa AI meningkatkan kebutuhan investasi cloud. Namun, 88% di antaranya menilai tingkat investasi saat ini justru belum cukup dan berisiko menghambat pengembangan AI, termasuk modernisasi sistem dan adopsi teknologi cloud-native.

Kondisi ini menciptakan kesenjangan antara ambisi dan realitas. Banyak perusahaan telah menempatkan AI sebagai prioritas strategis, tetapi masih terbebani oleh sistem lama (legacy) yang belum sepenuhnya dimodernisasi.

President Global Head of Cloud and Security NTT DATA Charlie Li mengatakan cloud kini bukan lagi sekadar infrastruktur, melainkan fondasi utama dalam menjalankan AI.

“Perusahaan yang gagal mengembangkan fondasi cloud berisiko menghambat pertumbuhan dan nilai investasi AI mereka sendiri,” ujarnya.

Laporan ini juga menunjukkan perusahaan yang telah mencapai tingkat kematangan cloud tinggi atau disebut sebagai cloud leaders memiliki keunggulan signifikan dalam memanfaatkan AI untuk mendorong kinerja bisnis.

Untuk menjawab tantangan tersebut, NTT DATA merumuskan enam prinsip utama agar cloud dapat menjadi mesin pencipta nilai di era AI. Salah satu yang paling krusial adalah menyelaraskan strategi cloud dan AI secara bersamaan, mengingat kebutuhan keduanya kini saling terikat erat.

Selain itu, modernisasi aplikasi menjadi prioritas penting. Sekitar 50% responden menyebut sistem lama masih menjadi penghambat utama inovasi. Tanpa pembaruan platform dan data, potensi AI tidak akan maksimal.

Kompleksitas ekosistem teknologi juga menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam pengelolaan biaya dan keamanan. 

Lebih dari separuh perusahaan mengaku kesulitan mengendalikan biaya cloud, sementara tingkat kepercayaan terhadap sistem keamanan masih belum merata.

Dalam konteks ini, pendekatan berbasis platform serta penguatan fondasi keamanan dinilai menjadi langkah strategis untuk memastikan implementasi cloud dan AI berjalan optimal.

Secara keseluruhan, laporan ini menegaskan keberhasilan transformasi digital tidak hanya bergantung pada adopsi AI, tetapi juga pada kesiapan infrastruktur cloud yang matang, terintegrasi, dan berorientasi pada nilai bisnis.

×
back to top