Lintasarta Intelligent Core Dorong Percepatan Adopsi AI di Berbagai Sektor Industri
Lintasarta menghadirkan Intelligent Core untuk mempercepat transformasi AI dan memperkuat kedaulatan digital Indonesia.
Lintasarta Intelligent Core
Lintasarta memperkuat langkahnya dalam mendukung transformasi kecerdasan buatan (AI) di Indonesia melalui Intelligent Core, sebuah fondasi digital yang mengintegrasikan konektivitas, cloud, keamanan siber, dan kolaborasi berbasis AI dalam satu ekosistem terhubung.
Inisiatif tersebut menjawab kebutuhan industri yang semakin bergantung pada teknologi AI untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan daya saing bisnis.
Di tengah percepatan adopsi AI di berbagai sektor, banyak organisasi menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan beragam teknologi digital yang digunakan.
Lintasarta menilai transformasi AI tidak cukup hanya mengandalkan teknologi canggih, tetapi juga membutuhkan fondasi infrastruktur yang aman, terhubung, dan mampu menghasilkan dampak bisnis yang nyata.
- AI Makin Dominan di Dunia Korporasi, Tata Kelola dan Keamanan Jadi Sorotan
- Yandex Dorong Operator Telekomunikasi Bangun Produk AI untuk Jutaan Pengguna Indonesia
- Investasi AI Melonjak di Asia pasifik, Data Gudang yang Terlambat Masih Jadi Batu Sandungan
- AI Jadi Gerbang Baru Konsumen Mencari Produk, Avonetiq Hadirkan AVO AI
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Intelligent Core menggabungkan empat kapabilitas utama yang dimiliki Lintasarta, yakni Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration-AI atau yang disebut sebagai 4C Capability.
Integrasi tersebut dirancang untuk menghadirkan solusi digital end-to-end yang mendukung transformasi bisnis secara menyeluruh.
President Director & CEO Lintasarta Armand Hermawan mengatakan perusahaan saat ini membutuhkan fondasi digital yang mampu menghubungkan berbagai teknologi menjadi hasil bisnis yang terukur.
“Di era AI, perusahaan membutuhkan fondasi yang mampu menghubungkan teknologi menjadi hasil bisnis yang nyata. Melalui Intelligent Core ini, kami membantu pelanggan mengintegrasikan infrastruktur digital dan AI dalam satu solusi digital yang aman, andal, dan saling terhubung, sehingga pelanggan dapat lebih fokus pada inovasi, pertumbuhan, dan daya saing bisnis,” ujar Armand.
Lintasarta membangun Intelligent Core di atas tiga prinsip utama, yaitu Sovereign melalui infrastruktur dan AI yang mendukung kedaulatan digital, Integrated melalui integrasi penuh empat kapabilitas utama, serta Seamless Experience yang menghadirkan pengalaman digital yang lebih efisien dan andal bagi pelanggan.
Sebagai implementasi nyata, Lintasarta menghadirkan pendekatan Industry Outcome Stacks yang dirancang sesuai kebutuhan setiap sektor industri.
Melalui pendekatan ini, Lintasarta tidak hanya berperan sebagai penyedia layanan teknologi, tetapi juga sebagai orkestrator infrastruktur digital yang menghubungkan teknologi, AI, ekosistem mitra, dan layanan terkelola untuk menghasilkan dampak bisnis yang lebih terukur.
Beberapa solusi yang telah dikembangkan antara lain Secure Banking Stack untuk sektor keuangan, Sovereign Government Stack untuk pemerintahan, Smart Factory Stack untuk manufaktur, Connected Healthcare untuk layanan kesehatan, serta Omnichannel Retail bagi sektor ritel.
Solusi tersebut dirancang untuk membantu organisasi mempercepat implementasi AI, meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat keamanan dan keandalan sistem, sekaligus menciptakan nilai bisnis yang berkelanjutan di tengah persaingan digital yang semakin ketat.
Saat ini Lintasarta melayani lebih dari 2.300 pelanggan korporasi dengan dukungan 74.196 jaringan yang tersebar di berbagai sektor industri di Indonesia.
Skala layanan tersebut menjadi modal penting dalam membangun integrasi teknologi yang dapat diterapkan secara luas di berbagai kebutuhan bisnis.









