×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

Cisco Luncurkan Cloud Control, Platform Agentic AI untuk Kelola dan Lindungi Infrastruktur IT

Oleh: Tek ID - Jumat, 12 Juni 2026 09:40

Cisco meluncurkan Cloud Control, platform Agentic AI yang menyatukan pengelolaan, observasi, dan keamanan infrastruktur IT.

Cisco Luncurkan Platform Agentic AI Cloud Control Cisco Cloud Control

Cisco memperkenalkan Cisco Cloud Control, platform terpadu yang memungkinkan manusia dan agen kecerdasan buatan (AI) bekerja bersama dalam mengelola, memantau, dan melindungi infrastruktur teknologi informasi (IT) yang kritikal. Platform tersebut menjadi fondasi strategi AgenticOps Cisco yang dirancang untuk menjawab tantangan operasional dan keamanan di era AI.

Diumumkan dalam ajang Cisco Live 2026, Cisco Cloud Control menyatukan berbagai layanan jaringan, keamanan, observabilitas, komputasi, dan kolaborasi dalam satu lingkungan terintegrasi. Melalui satu login dan satu tampilan terpadu, organisasi dapat mengelola seluruh infrastruktur digital sekaligus memanfaatkan agen AI untuk membantu proses operasional secara lebih cepat dan efisien.

President dan Chief Product Officer Cisco, Jeetu Patel, mengatakan kemunculan agen AI telah mengubah cara organisasi mengelola infrastruktur penting mereka.

“Agen AI dapat berpikir dan bertindak secara berkelanjutan dengan kecepatan layaknya software. Cisco Cloud Control menjadi pusat komando bagi agentic AI, tempat tim dan agen AI bekerja bersama dalam lingkungan yang sama dengan informasi yang sama, sementara manusia tetap memegang kendali,” ujarnya.

Platform ini memungkinkan pelanggan membangun aplikasi maupun agen AI mereka sendiri menggunakan perintah bahasa alami. Cisco juga menghadirkan integrasi dengan berbagai layanan pihak ketiga seperti AWS, Microsoft, Google Cloud, ServiceNow, Slack, PagerDuty, hingga Wiz untuk mendukung kebutuhan operasional lintas platform.

Selain memperkenalkan Cloud Control, Cisco juga mengumumkan sejumlah inovasi keamanan yang dirancang menghadapi meningkatnya ancaman siber di era AI. Perusahaan menilai jeda antara ditemukannya kerentanan dan eksploitasi kini menyusut drastis dari hitungan minggu menjadi hanya beberapa menit.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Cisco memperluas fitur Live Protect yang mampu memberikan perlindungan terhadap kerentanan baru secara langsung saat sistem berjalan. Teknologi ini memungkinkan perlindungan diterapkan tanpa memerlukan reboot, pembaruan sistem, maupun downtime.

Cisco juga memperkenalkan penguatan pada Hybrid Mesh Firewall yang memberikan perlindungan terpadu di seluruh jaringan dan aplikasi, sekaligus membatasi dampak apabila terjadi insiden keamanan.

Seiring meningkatnya penggunaan agen AI dalam lingkungan kerja, Cisco turut memperluas kapabilitas keamanan untuk melindungi agen AI maupun lingkungan tempat agen tersebut beroperasi. Pengembangan dilakukan melalui berbagai solusi yang mencakup AI Defense, Zero Trust untuk agen AI, hingga sistem keamanan operasional berbasis AI.

Perusahaan juga menyoroti ancaman komputasi kuantum yang dinilai mulai menjadi perhatian serius. Cisco memperkenalkan Quantum Ready Assessments yang membantu organisasi mengidentifikasi aset yang rentan terhadap serangan “harvest now, decrypt later”, yaitu metode pengumpulan data terenkripsi yang akan dibuka ketika kemampuan komputasi kuantum telah memadai.

Selain itu, Cisco memperluas penerapan teknologi yang aman terhadap ancaman komputasi kuantum di berbagai perangkat jaringan dan keamanan generasi terbaru. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk membantu pelanggan membangun ketahanan jangka panjang terhadap ancaman siber masa depan.

Melalui Cisco Cloud Control dan berbagai inovasi keamanan yang diperkenalkan, Cisco menegaskan visinya untuk menghadirkan infrastruktur digital yang mampu beroperasi dengan kecepatan AI tanpa mengorbankan kendali, keamanan, maupun keandalan. Di tengah semakin kompleksnya lingkungan hybrid cloud dan meningkatnya penggunaan agen AI, perusahaan menilai pendekatan terintegrasi akan menjadi kunci dalam menjaga keberlangsungan operasional bisnis di masa depan.

×
back to top