Twitter gunakan data pribadi pengguna untuk iklan bertarget

Twitter mengungkapkan bahwa mereka tidak sengaja menggunakan nomor telepon dan alamat email pengguna untuk tujuan periklanan.

Twitter gunakan data pribadi pengguna untuk iklan bertarget Source: Tech Crunch

Twitter baru saja mengumumkan bahwa mereka secara tidak sengaja menggunakan nomor telepon dan alamat email pengguna untuk tujuan periklanan. Padahal tujuan informasi yang diberikan oleh pengguna itu untuk otentikasi dua faktor. 

Dilansir dari The Verge (8/10), twitter juga mengungkapkan bahwa tidak ada data pribadi yang dibagikan dengan mitra pihak ketiga perusahaan dan masalah tersebut telah dapat diatasi. Pada tanggal 17 September, diklaim bahwa nomor telepon dan alamat email pengguna sekarang hanya dikumpulkan untuk tujuan keamanan. 


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Twitter hentikan fitur melalui SMS untuk sementara waktu

Metode sederhana di balik peretasan akun Twitter Jack Dorsey

Akun CEO Twitter, Jack Dorsey berhasil diretas


"Kami tidak bisa mengatakan dengan pasti berapa banyak orang yang terkena dampak ini. Kami sangat menyesal ini terjadi dan mengambil langkah untuk memastikan kami tidak melakukan kesalahan seperti ini lagi," kata Twitter dalam postingan blognya. 

Sedangkan selama setahun terakhir, Facebook telah menerima banyak kritik atas malpraktek privasinya. Namun Twitter telah terlibat dalam kontroversi tentang bagaimana mereka menangani privasi penggunanya. Pada Mei 2018 lalu, Twitter telah menyarankan 330 juta penggunanya untuk mengubah kata sandi mereka setelah ditemukan bug yang mengekspos mereka dalam plain text. Twitter mengklaim bahwa saat itu tidak ada informasi yang dilanggar atau disalahgunakan.

Selain Twitter, Facebook juga telah melanggar hukum dengan praktik serupa. Hal tersebut kemudian membuat Federal Trade Commission (FTC) mendenda Facebook senilai USD5 miliar atau setara Rp70,8 triliun, serta terkena sejumlah kasus lain di mana mereka salah menangani data pengguna. 

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: